<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The BestCamp of Gheand\'s</title>
	<atom:link href="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bestcampgheand.ngeblogs.com</link>
	<description>Just another Ngeblogs.com ! ngeblog? ya disini tempatnya! weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 16:06:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penjelasan Sungai di Dalam Laut Mexico</title>
		<link>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/03/10/penjelasan-sungai-di-dalam-laut-mexico/</link>
		<comments>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/03/10/penjelasan-sungai-di-dalam-laut-mexico/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 15:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bestcampgheand</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Harus anda Tahu..!!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bestcampgheand.ngeblogs.com/?p=493</guid>
		<description><![CDATA[
Sungai di dalam laut. Secara ilmiah itu tidak mungkin terjadi. Seorang penyelam, Anatoly Beloshchin mengambil gambar sungai di dalam lautdari kedalaman 60 meter perairan Cenote Angelita, Mexico.
Pada  kedalaman lebih dari 30 meter tim penyelam menemukan air tawar di tengah kolom air laut, tetapi kondisi itu berubah saat itu penyelam kembali menemukan air laut ketika mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-494" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/86317_lapisan_gas_mirip_sungai_di_dalam_laut__cenote_angelita__mexico_300_225.jpg" alt="86317_lapisan_gas_mirip_sungai_di_dalam_laut__cenote_angelita__mexico_300_225" width="300" height="225" /></p>
<p><span style="text-decoration: underline">Sungai di dalam laut</span>. Secara ilmiah itu tidak mungkin terjadi. Seorang penyelam, <span style="text-decoration: underline">Anatoly Beloshchin</span> mengambil gambar <span style="text-decoration: underline">sungai di dalam</span> lautdari kedalaman 60 meter perairan Cenote Angelita, Mexico.</p>
<p>Pada  kedalaman lebih dari 30 meter tim penyelam menemukan air tawar di tengah kolom air laut, tetapi kondisi itu berubah saat itu penyelam kembali menemukan air laut ketika mulai melewati kedalaman 60 meter.</p>
<p>Beberapa meter dari lokasi itu ditemukan sebuah gua. Di bagian bawah dekat gua itu tim penyelam menemukan sebuah sungai lengkap dengan pohon dan dedaunan yang mengapung di kolom air.</p>
<p>Tapi ternyata lokasi itu bukanlah sebuah sungai seperti yang terlihat di daratan. Tetapi, memang suasana itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan.</p>
<p>Dan warna kecoklatan yang seperti air sungai itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian <span style="text-decoration: underline">kecoklatan yang mirip air sungai</span> itu adalah <span style="text-decoration: underline">lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida</span>. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.</p>
<p>Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang.</p>
<p>Tidak sampai disitu, Fenomena &#8217;sungai&#8217; di dalam laut Mexico dikhawatirkan bisa membahayakan biota laut. Meski masih dalam penelitian, gas hidrogen sulfida (H2S) di &#8217;sungai jadi-jadian&#8217; itu tidak membahayakan manusia.</p>
<p>&#8220;H2S itu bersifat asam, <span style="text-decoration: underline">apabila bercampur dengan air laut atau garam yang terkandung dalam air laut, maka gas itu bisa berbahaya bagi biota laut</span>, namun <span style="text-decoration: underline">tidak berbahya bagi manusia</span>,&#8221; kata Menristek Suharna Surapranata kepada <em>VIVAnews</em>.</p>
<p>Hal itu disampaikan <span style="text-decoration: underline">Suharna Surapranata</span> dalam pembukaan di The 4th GEOSS Asia – Pacific Symposium, Denpasar, Bali, Rabu 10 Maret 2010,</p>
<p>Kendati demikian, Suharna mengakui fenomena alam itu merupakan bagian dari vulkanologi atau studi tentang gunung berapi, lava, magma dan fenomena geologi yang berhubungan.</p>
<p>&#8220;Di Indonesia memang belum pernah terjadi, namun sangat mungkin fenomena itu terjadi karena hal itu merupakan fenomena alam, dan sejauh ini penelitian tentang sungai bawah laut belum selesai, dan masih melakukan pemetaan tematik,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, &#8217;sungai&#8217; bawah laut yang terjadi di perairan perairan Cenote Angelita, Mexico, pada kedalaman 60 meter itu <span style="text-decoration: underline">bukanlah sungai sebenarnya</span>.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-495" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/sungai-di-dalam-laut.jpg" alt="sungai di dalam laut" width="600" height="399" /></p>
<p>referensi -VIVAnews</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/03/10/penjelasan-sungai-di-dalam-laut-mexico/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TUGAS  Minggu &#8211; 3 &#8220;perorangan&#8221;</title>
		<link>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/03/04/tugas-minggu-3-perorangan/</link>
		<comments>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/03/04/tugas-minggu-3-perorangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 15:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bestcampgheand</dc:creator>
				<category><![CDATA[tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bestcampgheand.ngeblogs.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[NAMA : ADE KURNIASIH
KELAS : 1DB16
NPM : 32109305

SOAL :
1.JELASKAN  TENTANG ORGANISASI  DALAM KEHIDUPAN  PRIBADI ANDA  MASING -2
2.SEBUTKAN  CIRI-2  ORGANISASI
3. BUATLAH CONTOH  IMPLENTASI   ORGANISASI  BERDASARKAN PENDAPAT  SALAH SATU AHLI  YANG ADA   DI MATERI  MG.3
4. BERDASARKAN  TEORI  PERKEMBANGAN  ORGANISASI  YANG DIKEMUKAKAN  :  HENRY  FAYOLL  MENURUT  ANDA  APAKAH  MASIH RELEVAN  DITERAPKAN PADA  SAAT   INI !
JIKA  YA / TIDAK  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center">NAMA : ADE KURNIASIH</p>
<p style="text-align: center">KELAS : 1DB16</p>
<p style="text-align: center">NPM : 32109305</p>
<p style="text-align: center">
<p style="text-align: justify"><span style="text-decoration: underline">SOAL :</span></p>
<p>1.JELASKAN  TENTANG ORGANISASI  DALAM KEHIDUPAN  PRIBADI ANDA  MASING -2</p>
<p>2.SEBUTKAN  CIRI-2  ORGANISASI</p>
<p>3. BUATLAH CONTOH  IMPLENTASI   ORGANISASI  BERDASARKAN PENDAPAT  SALAH SATU AHLI  YANG ADA   DI MATERI  MG.3</p>
<p>4. BERDASARKAN  TEORI  PERKEMBANGAN  ORGANISASI  YANG DIKEMUKAKAN  :  HENRY  FAYOLL  MENURUT  ANDA  APAKAH  MASIH RELEVAN  DITERAPKAN PADA  SAAT   INI !</p>
<p>JIKA  YA / TIDAK  BERILAH ALASANNYA !</p>
<p><span style="text-decoration: underline">JAWABAN !</span></p>
<ol>
<li>perkumpulan sosial yang dibentuk oleh ‘<a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a>’,      baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan ‘<a title="Hukum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum">hukum</a>’,      yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan      bangsa dan negara. Sebagai ‘<a title="Makhluk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk">makhluk</a>’ yang selalu hidup bersama-sama, ‘<a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a>’      membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang      tidak dapat mereka capai sendiri.</li>
</ol>
<p>Contohnya :</p>
<p>Dalam berorganisasi kita bisa mendapatkan pengalama bagaimana cara berkerjasama dengan orang lain untuk menyelasikan tugas yang di amanatkan kepada kita, kita juga akan mendapatkan ilmu lebih dari teman2 seorganisasi kita (ex. Dalam organisasi kampus “BEM”)</p>
<p>2. <strong>CIRI-CIRI ORGANISASI:</strong></p>
<ul>
<li>Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan      berbagai pola interaksi yang ditetapkan.</li>
<li>Dikembangkan untuk mencapai tujuan</li>
<li>Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun</li>
<li>Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara      relatif dapat diidentifikasi</li>
</ul>
<p>3. <strong>Menurut ERNEST DALE:</strong></p>
<p>Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.</p>
<p><strong>Menurut CYRIL SOFFER:</strong></p>
<p>Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.</p>
<p>4. “YA “ Pendapat saya tentang teori HENTY FAYOL mengenai teori berorganisasi seperti teori organozong,acctuating controlling dan pllenning, masih sangat relevan dan masuk akal untuk dilakukan dalam organisasi dalam kehidupan sehari-hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/03/04/tugas-minggu-3-perorangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>all about G-DRAGON &#8220;BIGBANG&#8221;</title>
		<link>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/03/04/all-about-g-dragon-bigbang/</link>
		<comments>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/03/04/all-about-g-dragon-bigbang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 14:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bestcampgheand</dc:creator>
				<category><![CDATA[hobby]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bestcampgheand.ngeblogs.com/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[
Sulit untuk menggambarkan G-Dragon (21, Kwon Ji-Yong) dalam sebuah kata. Dia adalah pemimpin dari kelompok berhala dari YG entertainment, dan dikenal sebagai &#8216;perfeksionis Ji-Yong&#8217; atau &#8216;Jingyo&#8217; di antara para penggemar. Ia baik pada lirik-tidak hanya membuat tetapi juga dalam komposisi, dan juga seorang fashionista yang membuat segala sesuatu dari selendang dari kacamata ia mengenakan sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-473" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/2136f87f39e66f207598e6578acb0d9c_large.jpg" alt="2136f87f39e66f207598e6578acb0d9c_large" width="625" height="375" /></p>
<p>Sulit untuk menggambarkan G-Dragon (21, Kwon Ji-Yong) dalam sebuah kata. Dia adalah pemimpin dari kelompok berhala dari YG entertainment, dan dikenal sebagai &#8216;perfeksionis Ji-Yong&#8217; atau &#8216;Jingyo&#8217; di antara para penggemar. Ia baik pada lirik-tidak hanya membuat tetapi juga dalam komposisi, dan juga seorang fashionista yang membuat segala sesuatu dari selendang dari kacamata ia mengenakan sebagai triends utama. Dia bisa menarik dari bang ekstrim indah rambut untuk rambut Mohawk mengejutkan. Untuk meringkas, dia terlalu kuat sebagai idola, tapi terlalu indah sebagai musisi.</p>
<p>G-Dragon menjadi anggota &#8216;Little Rula&#8217; ketika ia berusia 5 tahun (ibunya membuatnya begitu), dan tumbuh menjadi kelas 6 rapper pada tahun 2001, dengan gaya hiphop celana baggy dan topi baseball miring. Dia melihat oleh Yang Hyunsuk dari Seotaji dan Boys, dan menjadi seorang peserta pelatihan dari YG Entertainment. Selama 6 tahun, ia dilatih dan menyanyikan ribuan kali, dan belajar bagaimana untuk berdansa dengan fallings berulang. Tujuannya jelas: untuk menjadi penyanyi seperti &#8216;JinuSean&#8217;. Dengan menyelesaikan melalui langkah terakhir, &#8220;Big Bang Real Dokumenter &#8216;pada tahun 2006, G-Naga mampu menyelesaikan teka-teki&#8217; Big Bang &#8216;dengan Tae Yang, TOP, Daesung dan Seungri. Pada bulan Agustus 2006, Big Bang berhasil debutnya, dan tidak bahkan setelah 3 tahun, mereka adalah bintang idola paling terkenal di Korea. G-Dragon dikenal sebagai &#8216;jenius berhala&#8217; di antara para penggemar, sebagai ikon gaya, dan Ketua liris pembuatan dan komposisi. Dalam salah satu program TV kabel, ia menempati peringkat pertama sebagai &#8217;selebriti yang paling ingin memiliki&#8217;. Bagaimana G-Dragon&#8217;s karisma berkembang?</p>
<p>Penata-Nya, penata rambut, palungan, fotografer, koreografer semua bilang bahwa dia lahir-selebriti, namun ia juga punya waktu dari kuncup bunga sebelum meledak penuh bunga.</p>
<p>Bagaimana lima tahun anak laki-laki, Kwon Ji-Yong menjadi yang terbaik berhala-bintang G-Dragon. Gaya &amp; mengungkapkan sekarang.</p>
<p>&#8212;&#8211;</p>
<p>&#8220;Pada awalnya, dia sering pergi ke Dong-Dae-Moon dan Yi-Tae-Won&#8221;<br />
- Stylist, Jieun (29)</p>
<p>Dimasukkan YG pada tahun 2000, bertugas styling 1tym, Lexy dan lebih, dan bertanggung jawab dari Big Bang sejak tahun 2006 produksi dokumenter.</p>
<p>&#8220;Ketika aku ditempatkan dengan Big Bang, perusahaan ingin setiap anggota harus diakui, bahkan ketika melihat dari jauh. Mirip foto antara anggota dilarang. Berdasarkan gaya hiphop, konsep keseluruhan kejantanan resmi bekerja sama dengan santai idola-gambar, dan menjadi unik &#8216;</p>
<p>Hal yang lain perusahaan inginkan adalah bahwa perbedaan antara &#8217;sehari-hari-lihat&#8217; dan &#8216;tahap-lihat&#8217; harus sebagai diperkecil mungkin. Karena jika kesenjangan antara terlalu besar, orang tidak berpikir mereka sebagai &#8216;gaya&#8217;.</p>
<p>Karena mereka menaruh perhatian pada mode dalam kehidupan sehari-hari, semua anggota dinilai sebagai fashionista. Terutama, Ji-Yong dan TaeYang belajar banyak dari JinuSean dan 1Tym ketika sedang trainee di YG selama 6 tahun. Pada awalnya, mereka tidak bisa bertanya di mana 1Tym mendapat JinuSean dan clothings dan aksesoris mereka, maka mereka pergi ke Dong-Dae-Moon dan Yi-Tae-Won diri untuk menemukan mereka. Hal-hal kecil seperti ini menjadi penelitian penting. Bahkan sekarang, Ji-Yong memanggil saya ketika membeli clothings sendiri untuk bertanya apakah mereka masih dalam musim. Beberapa penggemar berpikir Ji-Yong dilahirkan dengan semua bakat. Namun, Ji-Yong dalam pikiran saya, adalah &#8217;seorang jenius yang mencoba benar-benar keras&#8217;, entah itu musik atau mode. Dia memiliki spektrum luas kepentingan, dan selalu penuh rasa ingin tahu. Bahkan ketika ia benar-benar sibuk, ia tidak pernah tertinggal dalam mengumpulkan informasi tentang mode dan musik melalui internet. Mungkin itu sebabnya dia tidak pernah mendapatkan berat (tersenyum).</p>
<p>Ketika styling Big Bang, aku tidak pernah membiarkan mereka memakai sesuatu yang bisa Anda dapatkan dengan mudah di Korea. Sebelum penampilan baru mereka berlangsung, saya biasanya membeli sesuatu yang unik dari luar negeri. Namun, jika semua koleksi pakaian adalah 10, hanya 2 dari mereka adalah toko-beli, dan sisanya adalah custom-8 dirancang oleh tim styling. 4 stylist, termasuk saya, membeli segala sesuatu dari kain untuk aksesoris, dan desain.</p>
<p>Ada anggota yang terlihat lebih baik dengan lebih banyak barang ditambahkan pada, dan ada anggota yang terlihat lebih baik dengan lebih sedikit. Ji-Yong adalah kasus di mana gaya berlapis cahaya. Dia juga orang yang mengatakan &#8216;tidak&#8217; disarankan seldomly dengan gaya. Jika ada konsep yang jelas, ia dapat menarik unik dari celana pendek, celana merah untuk setelan hijau. Karena fleksibilitas, biasanya yang &#8216;gila item&#8217; pergi kepadanya. Secara fisik, dia ramping dan kurus, dan tidak tinggi. Namun, karena bahu yang lebar, dan lengan dan kaki panjang, dia mampu melepas apa saja. Dia juga memiliki struktur tulang ramping, sehingga ia dapat juga memakai clothings perempuan.</p>
<p>Ji-Yong dilahirkan dengan kulit yang hebat. Make up seniman kagum ketika mereka melihat kulitnya. Dia memiliki permukaan bagus, dan pori-pori kecil, ia tidak perlu melakukan terlalu banyak estetika. Syukurlah, ia telah menggunakan lotion saya direkomendasikan sejak dari debut.</p>
<p>Kadang-kadang orang bertanya kepada saya, &#8216;bagaimana Ji-Yong menjadi gaya-icon dia di hari ini? &#8220;. Ada orang yang hanya mengenakan pakaian yang diberikan, dan ada orang yang memahami konsep pakaian dan membuat mereka mereka sendiri. Ji-Yong adalah salah satu yang terakhir. Ia memahami clothings sempurna, dan keluar dengan wajah yang tepat dan gerakan sendiri. Serbaguna ekspresi dan gerak tubuh, mereka adalah kualitas penting yang membuatnya ikon gaya hari ini. &#8221;</p>
<p>&#8212;&#8212;-</p>
<p>&#8220;Seorang pemimpin ditentukan, yang bahkan bisa menghasilkan dingin&#8221;<br />
- Manager, Kim Nam Gook (28)</p>
<p>Apakah Gu Hye-Seon dan Se7en&#8217;s manajer sebelumnya, dan menjadi Big Bang&#8217;s manajer sejak tahun 2007. Sejak tiga bulan lalu, menjadi Ji-Yong manajer pribadi.</p>
<p>&#8220;Saya memiliki memori pribadi dengan Ji-Yong. Tidak terlalu lama yang lalu, saya akan mengundurkan diri karena alasan pribadi. Aku mengatakan perusahaan tentang hal itu, dan itu diterima. Ji-Yong berada di Jepang untuk bekerja, dan memanggil saya segera setelah ia kembali di Korea. Dia berkata, &#8216;Anda tidak dapat melakukan ini padaku, Anda tidak dapat pernah berhenti&#8217;. Tanpa mendengar alasan saya, dia hanya menutup telepon. Aku terkejut pada awalnya, tapi hal itu kepada saya bahwa ini adalah cara untuk menunjukkan kasih sayangnya. Oleh karena itu, saya &#8216;tidak pernah bisa berhenti&#8217; dan saya masih bekerja (tersenyum).</p>
<p>Orang mengatakan bahwa ia &#8216;dingin&#8217;. Ini adalah sesuatu yang diciptakan dirinya sendiri, karena ia selalu menyadari dirinya sebagai pemimpin tim dan mengakui tanggung jawab. Misalnya, ketika Big Bang memiliki performa panggung, ada 5 anggota, 4 penata dan tim palungan bergerak pada waktu yang sama. Pada saat ini, Ji-Yong adalah di pusat pengambilan keputusan. Jadi, ia harus bekerja kuat dan berpikir tajam. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ia tersenyum banyak, memainkan banyak, suka makan makanan lezat dan memiliki minat besar di dunia fashion, sama seperti rekan-rekannya di 20-an. &#8221;</p>
<p>&#8212;&#8212;-</p>
<p>&#8220;Digunakan untuk menari begitu keras, membelah celananya berkali-kali&#8221;<br />
- Koreografer, Lee Jae Wook (31)</p>
<p>Dalam YG di tahun 1990-an, dan berada dalam tim tari JinuSean, 1Tym dan Se7en. Menjadi koreografer sejak tahun 2005.</p>
<p>&#8220;Ji-Yong adalah seorang dilahirkan penari. Dia bisa merasakan irama, memiliki rasa gaya, belajar cepat, dan tahu bagaimana menerapkan keterampilan belajar. Sebelum debut Big Bang, ketika saya pertama kali bertemu anggota, saya pikir kemampuan menari-nya adalah yang terbaik. Meskipun pertama adalah Tae Yang (sejak Ji-Yong memiliki komposisi liris membuat dan merawat juga), dia masih bekerja sama ide-ide yang paling untuk tarian. Koreografi untuk &#8216;Sunset Glow&#8217; dan &#8216;Terakhir Wada&#8217; itu penuh dengan ide-ide dari Ji-Yong. Ji-Tae Yang Yong dan menari yang paling ganas, setiap kali mereka berada dalam pakaian ketat, mereka berpisah celana mereka yang paling.</p>
<p>Sebelum debut, mereka digunakan untuk berlatih lebih dari 14 jam sehari. Seperti yang terlihat dalam dokumenter, ketika koreografi selesai, itu Ji-Yong giliran untuk menyesuaikan dengan anggota. Bahkan sekarang, untuk menentukan masukan dan seterusnya, Ji-Yong memutuskan dengan anggota. &#8221;</p>
<p>&#8212;&#8212;-</p>
<p>&#8220;Mohawk-terinspirasi gaya rambut Yong Ji-ide&#8221;<br />
- Rambut Designer, Kim Tae Hyun (38)</p>
<p>Apakah Ji-Yong rambut desainer sejak pelatihan hari.</p>
<p>&#8220;Selama hari pertunjukan, dia sering pergi ke salon hampir setiap hari. Bahkan ketika anggota mengubah gaya rambut mereka sering kali, mereka mendapatkan perawatan setiap minggu, maka rambut mereka tetap sehat. Ji-Yong memiliki corak kulit terbaik seperti bayi. Dia jarang memasang make-up, kecuali dia di TV.</p>
<p>Gaya dari lima anggota tidak dapat sama, orang tidak dapat lebih cemerlang dr yang lain, warna rambut harus pergi dengan baik bersama-sama &#8230; Semakin banyak para anggota ikon fashion, semakin aku perlu memperhatikan dan belajar.</p>
<p>Ketika sebuah judul lagu yang memutuskan, penata memutuskan konsep keseluruhan untuk styling, dan saya menciptakan gaya rambut untuk setiap anggota. Ji-Yong suka untuk mengubah dirinya sendiri sering.</p>
<p>The &#8216;bebek&#8217; gaya rambut (yang dia lakukan selama pertunjukan Lie) telah dibuat dengan ekstensi parsial di poni. Rambutnya terlalu pendek untuk mengikat, tapi ia benar-benar menginginkannya. Yang mohawk-rambut terinspirasi diputuskan karena terlalu clothings normal. Bahkan kembali pada tahun 2001 (ketika Ji-Yong pertama kali datang kepadanya untuk hair styling), ia ingin menjadi berbeda dari semua orang.</p>
<p>Ji-Yong menjadi cantik dengan rambut bang. Ketika ia meletakkan di mohawk-inspeared gaya, ekspresi juga menjadi semakin kuat. Sudah hampir 10 tahun sejak kami sudah saling kenal (Kim menyebut anggota sebagai &#8216;bayi&#8217;). Namun, setiap kali ia di depan kamera, ia mengejutkan saya. Dia tahu bagaimana untuk memamerkan baik pakaian dan gaya rambut, dan menggambarkan hal itu dengan ekspresi wajah dan tubuh. Bagaimana bisa Anda tidak menyukai seseorang seperti ini.</p>
<p>Dia adalah hangat-hati, dan tahu bagaimana memperlakukan orang dengan baik. Dia seseorang yang menggerakkan nampan lauk aku tidak bisa mencapai ketika makan. &#8221;</p>
<p>&#8212;&#8212;-</p>
<p>&#8220;Bisakah berubah ekspresi tergantung pada pakaian dalam hitungan detik&#8221;<br />
- Photographer, Lee Jung Woon (29)</p>
<p>Datang ke YG di tahun 2004, adalah Se7en&#8217;s fotografer. Baru-baru ini bekerja dengan Big Bang dengan berbagai proyek.</p>
<p>&#8220;Itu pada tahun 2004 ketika pertama kali saya menembak Ji-Yong. Ia tampak seperti sedikit pintar dari jalan apapun; ia membawa alat-alat bantu kecil untuk photoshoot. Saya pikir dia berlebihan, tetapi hasilnya spektakuler.</p>
<p>Ji-Yong memiliki wajah depan yang baik. Kuat tampak, berbagai ekspresi dapat diperoleh dengan memotret dari depan, dan biasanya saya lakukan. Sejak pertemuan pertama, aku bisa merasakan kekuatan dan kebanggaan melalui lensa kamera. Yang terlihat masih tinggal sampai sekarang, meskipun rasa itu berubah.</p>
<p>Sebelumnya, ia biasa berpose dengan hal-hal lain memakai dia. Sekarang, terlepas dari apa yang dia kenakan, dia tahu cara untuk mengekspresikan dirinya dengan bebas. Misalnya, jika ia sedang menunggu setelan hitam dan jas warna tiba sebaliknya, dia tidak kehilangan ketenangannya. Dia hanya perubahan sepatu yang cocok engan setelan, dan mengubah gaya rambut sesuai dengan sesuai. Kecerdasan tidak dapat dinyatakan tanpa kebanggaan dan kekuatan. Pro dan kontra-nya adalah bahwa ia memiliki banyak keinginan (untuk menjadi lebih baik) dan memiliki terlalu banyak api dan gairah. Kadang-kadang, ketika pemotretan selesai, ia ingin aku mengambil foto dengan ide-ide sendiri. Kadang-kadang, saya ingin mengendalikan dirinya sebagai seorang fotografer (tersenyum). &#8221;</p>
<p>&#8212;&#8212;-</p>
<p>Ji-Yong&#8217;s Works</p>
<p>G-Dragon diakui sebagai produser sukses dengan lagu-lagu hit seperti &#8216;Lie&#8217; dan &#8216;Terakhir Wada&#8217;. &#8216;Lie&#8217;, terutama, pada awalnya lagu solo, tapi itu dipilih sebagai judul lagu di Big Bang merilis mini album pertama &#8216;Selalu&#8217;. Dia telah menjadi bagian untuk membuat dan komposisi liris untuk hampir semua lagu Big Bang dirilis. Menurut Korea Musik Hak Cipta Associatoin, ada total 52 lagu (termasuk lagu remix) yang beruang namanya. Berikut ini adalah lagu utama G-Dragon diproduksi untuk Big Bang.</p>
<p>- This Love (2006): disusun oleh G-Dragon, diatur oleh G-Dragon (sampel Maroon5&#8217;s This Love)<br />
- Shake it (2006): disusun oleh G-Dragon &amp; Brave Brothers, lirik keputusan oleh G-Dragon, diatur oleh Brave Brothers<br />
- Lie (2007): disusun oleh G-Dragon, lirik keputusan oleh G-Dragon, diatur oleh Brave Brothers<br />
- Last Farewell (2007): disusun oleh G-Dragon &amp; Brave Brothers, lirik keputusan oleh G-Dragon, diatur oleh Brave Brothers<br />
- Haru Haru (2008): disusun oleh G-Dragon &amp; Daishi Dance, lirik keputusan oleh G-Dragon, diatur oleh Daishi Dance<br />
- Look at me Gwisoon (2008): Dae Sung lagu solo. disusun oleh G-Dragon &amp; Kush, lirik keputusan oleh G-Dragon, diatur oleh Kim Jung Mook<br />
- Big Hit (2009): Dae Sung lagu solo. disusun oleh G-Dragon, lirik keputusan oleh G-Dragon, diatur oleh Kim Jung Mook</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-474" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/2c921889a5e760bb18829a18835d4c30_large-200x300.png" alt="2c921889a5e760bb18829a18835d4c30_large" width="200" height="300" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-475" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/2ecf1e87f0e7e67d842e10b2d67b4b4a_large-200x300.jpg" alt="2ecf1e87f0e7e67d842e10b2d67b4b4a_large" width="200" height="300" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-476" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/4dbc528c28ba37e0226ef965b77908f2_large-300x300.jpg" alt="4dbc528c28ba37e0226ef965b77908f2_large" width="300" height="300" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-477" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/8c86bc3c62b1f88704038ad5608837d5_large-200x300.jpg" alt="8c86bc3c62b1f88704038ad5608837d5_large" width="200" height="300" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-478" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/9ab88e57bce7e424563d68313fe0a3d0_large-225x300.jpg" alt="9ab88e57bce7e424563d68313fe0a3d0_large" width="225" height="300" /><img class="aligncenter size-full wp-image-479" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/64b3c11753e791349171853fbac4ed04_large.jpg" alt="64b3c11753e791349171853fbac4ed04_large" width="225" height="200" /><img class="aligncenter size-full wp-image-480" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/4549b10c1670e1fcd87055b17d413e39_large.jpg" alt="4549b10c1670e1fcd87055b17d413e39_large" width="200" height="200" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-481" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/9748f1fe9b2df43621eaa8cc104c2cb5_large-219x300.jpg" alt="9748f1fe9b2df43621eaa8cc104c2cb5_large" width="219" height="300" /><img class="aligncenter size-full wp-image-482" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/b5226436c1bda5e53cd87892384b7eee_large.jpg" alt="b5226436c1bda5e53cd87892384b7eee_large" width="251" height="622" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-483" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/bf76da63e9a8fd6e65d123296582738b_large-300x300.jpg" alt="bf76da63e9a8fd6e65d123296582738b_large" width="300" height="300" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-484" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/c8cbdb1a004cc714049d36702c4c906e_large-253x300.jpg" alt="c8cbdb1a004cc714049d36702c4c906e_large" width="253" height="300" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-486" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/03/20352_1270507494141_1573494471_30660008_6588657_n.jpg" alt="20352_1270507494141_1573494471_30660008_6588657_n" width="450" height="338" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/03/04/all-about-g-dragon-bigbang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>all about KEPEMIMPINAN</title>
		<link>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-9-kepemimpinan/</link>
		<comments>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-9-kepemimpinan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 17:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bestcampgheand</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bestcampgheand.ngeblogs.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[PENGERTIAN
Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan, dan juga pimpinan itu dalam menciptakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><span style="text-decoration: underline"><strong>PENGERTIAN</strong></span></p>
<p><strong>Kepemimpinan</strong> meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan <a title="Motivasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi">motivasi</a>. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan, dan juga pimpinan itu dalam menciptakan motivasi dalam diri setiap orang bawahan, <a title="Kolega (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kolega&amp;action=edit&amp;redlink=1">kolega</a>, maupun atasan pimpinan itu sendiri.</p>
<h3><span> </span> <span>Gaya kepemimpinan</span></h3>
<ol>
<li><a title="Otokratis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Otokratis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Otokratis</a>. Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Jadi kekuasaanlah yang sangat dominan diterapkan.</li>
<li><a title="Demokrasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi">Demokrasi</a>. Gaya ini ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan demokratis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.</li>
<li>Gaya kepemimpinan kendali bebas. Pemimpin memberikan kekuasan penuh terhadap bawahan, struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif.</li>
</ol>
<p>Tipe-tipe Kepemimpinan</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center"><span style="text-decoration: underline"><strong>Tipe  Kepemimpinan</strong></span></p>
</blockquote>
<p>Tipe kepemimpinan akan identik dengan gaya kepemimpinan seseorang. Tipe kepemimpinan yang secara luas dikenal dan diakui keberadaannya adalah</p>
<p>1.       Tipe Otokratik</p>
<p>Seorang pemimpin yang tergolong otokratik memiliki serangkaian karakteristik yang biasanya dipandang sebagai karakteristik yang negatif. Seorang pemimpin otokratik adalah seorang yang egois. Egoismenya akan memutarbalikkan fakta yang sebenarnya sesuai dengan apa yang secara subjektif diinterpretasikannya sebagai kenyataan. Dengan egoismenya, pemimpin otokratik melihat peranannya sebagai sumber segala sesuatu dalam kehidupan organisasional. Egonya yang besar menumbuhkan dan mengembangkan persepsinya bahwa tujuan organisasi identik dengan tujuan pribadinya. Dengan persepsi yang demikian, seorang pemimpin otokratik cenderung menganut nilai organisasional yang berkisar pada pembenaran segala cara yang ditempuh untuk pencapaian tujuannya. Berdasarkan nilai tersebut, seorang pemimpin otokratik akan menunjukkan sikap yang menonjolkan keakuannya dalam bentuk</p>
<p>§          Kecenderungan memperlakukan bawahan sama dengan alat lain dalam organisasi</p>
<p>§          Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas</p>
<p>§          Pengabaian peranan bawahan dalam proses pengambilan keputusan</p>
<p>Sikap pemimpin demikian akan menampakkan diri pada perilakunya dalam berinteraksi dengan bawahannya, misalnya tidak mau menerima saran dan pandangan bawahannya, menonjolkan kekuasaan formal.</p>
<p>Dengan persepsi, nilai, sikap, dan perilaku demikian, seorang pemimpin yang otokratik dalam praktek akan menggunakan gaya kepemimpinan</p>
<p>*        Menuntut ketaatan penuh bawahannya<br />
*        Menegakkan disiplin dengan kaku<br />
*        Memberikan perintah atau instruksi dengan keras<br />
*        Menggunakan pendekatan punitip dalam hal bawahan melakukan penyimpangan.</p>
<p>2.       Tipe Paternalistik</p>
<p>Tipe pemimpin ini umumnya terdapat pada masyarakat tradisional. Popularitas pemimpin yang paternalistik mungkin disebabkan oleh beberapa faktor antara lain</p>
<p>*  Kuatnya ikatan primordial<br />
*  Extended family system<br />
*  Kehidupan masyarakat yang komunalistik<br />
*  Peranan adat istiadat yang kuat<br />
*  Masih dimungkinkan hubungan pribadi yang intim</p>
<p>Persepsi seorang pemimpin yang paternalistik tentang peranannya dalam kehidupan organisasi dapat dikatakan diwarnai oleh harapan bawahan kepadanya. Harapan bawahan berwujud keinginan agar pemimpin mampu berperan sebagai bapak yang bersifat melindungi dan layak dijadikan sebagai tempat bertanya dan untuk memperoleh petunjuk, memberikan perhatian terhadap kepentingan dan kesejahteraan bawahannya. Pemimpin yang paternalistik mengharapkan agar legitimasi kepemimpinannya merupakan penerimaan atas peranannya yang dominan dalam kehidupan organisasional. Berdasarkan persepsi tersebut, pemimpin paternalistik menganut nilai organisasional yang mengutamakan kebersamaan. Nilai tersebut mengejawantah dalam sikapnya seperti kebapakan, terlalu melindungi bawahan. Sikap yang demikian tercermin dalam perilakunya berupa tindakannya yang menggambarkan bahwa hanya pemimpin yang mengetahui segala kehidupan organisasional, pemusatan pengambilan keputusan pada diri pemimpin. Dengan penonjolan dominasi keberadaannya dan penekanan kuat pada kebersamaan, gaya kepemimpinan paternalistik lebih bercorak pelindung, kebapakan dan guru.</p>
<p>3.       Tipe Kharismatik</p>
<p>Seorang pemimpin yang kharismatik memiliki karakteristik yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang sangat besar dan para pengikutnya tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tertentu itu dikagumi. Pengikutnya tidak mempersoalkan nilai yang dianut, sikap, dan perilaku serta gaya yang digunakan pemimpin itu.</p>
<p>4.       Tipe Laissez Faire</p>
<p>Persepsi seorang pemimpin yang laissez faire melihat perannya sebagai polisi lalu lintas, dengan anggapan bahwa anggota organisasi sudah mengetahui dan cukup dewasa untuk taat pada peraturan yang berlaku. Seorang pemimpin yang laissez faire cenderung memilih peran yang pasif dan membiarkan organisasi berjalan menurut temponya sendiri.</p>
<p>Nilai yang dianutnya biasanya bertolak dari filsafat hidup bahwa manusia pada dasarnya memiliki rasa solidaritas, mempunyai kesetiaan, taat pada norma, bertanggung jawab.</p>
<p>Nilai yang tepat dalam hubungan atasan –bawahan adalah nilai yang didasarkan pada saling mempercayai yang besar. Bertitik tolak dari nilai tersebut, sikap pemimpin laissez faire biasanya permisif. Dengan sikap yang permisif, perilakunya cenderung mengarah pada tindakan yang memperlakukan bawahan sebagai akibat dari adanya struktur dan hirarki organisasi. Dengan demikian, gaya kepemimpinan yang digunakannya akan dicirikan oleh</p>
<p>*            Pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif<br />
*            Pengambilan keputusan diserahkan kepada pejabat pimpinan yang lebih rendah<br />
*   Status quo organisasional tidak terganggu<br />
*    Pengembangan kemampuan berpikir dan bertindak yang inovatif dan kreatif diserahkan<br />
kepada anggota organisasi<br />
*  Intervensi pemimpin dalam perjalanan organisasi berada pada tingkat yang minimal</p>
<p>5.  Tipe Demokratik</p>
<p>Ditinjau dari segi persepsinya, seorang pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator. Karenanya, pendekatan dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya adalah holistik dan integralistik. Seorang pemimpin yang demokratik menyadari bahwa organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga menggambarkan secara jelas aneka tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakan demi tercapainya tujuan organisasi. Seorang pemimpin yang demokratik melihat bahwa dalam perbedaan sebagai kenyataan hidup, harus terjamin kebersamaan. Nilai yang dianutnya berangkat dari filsafat hidup yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi. Nilai tersebut tercermin dari sikapnya dalam hubungannya dengan bawahannya, misalnya dalam proses pengambilan keputusan sejauh mungkin mengajak peran serta bawahan sehingga bawahan akan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Dalam hal menindak bawahan yang melanggar disiplin organisasi dan etika kerja, cenderung bersifat korektif dan edukatif. Perilaku kepemimpinannya mendorong bawahannya untuk menumbuhkembangkan daya inovasi dan kreativitasnya. Karakteristik lainnya adalah kecepatan menunjukkan penghargaan kepada bawahan yang berprestasi tinggi.</p>
<p>Berdasarkan persepsi, nilai, sikap, dan perilaku, maka gaya kepemimpinannya biasanya mengejawantah dalam hal:</p>
<p>Pandangan bahwa sumber daya dan dana yang tersedia bagi organisasi, hanya dapat digunakan oleh manusia dalam organisasi untuk pencapaian tujuan dan sasarannya.</p>
<p>Selalu mengusahakan pendelegasian wewenang yang praktis dan realistik</p>
<p>Bawahan dilibatkan secara aktif dalam proses pengambilan keputusan</p>
<p>Kesungguhan yang nyata dalam memperlakukan bawahan sebagai mahluk politik, sosial, ekonomi, dan individu dengan karakteristik dan jati diri yang khas</p>
<p>Pengakuan bawahan atas kepemimpinannya didasarkan pada pembuktian kemampuan memimpin organisasi dengan efektif.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center"><span style="text-decoration: underline"><strong>Teori-teori  dalam Kepemimpinan </strong></span></p>
</blockquote>
<p>Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan kepemimpinan. Untuk berbagai usaha dan kegiatannya diperlukan upaya yang terencana dan sistematis dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin baru. Oleh karena itu, banyak studi dan penelitian dilakukan orang untuk mempelajari masalah pemimpin dan kepemimpinan yang menghasilkan berbagai teori tentang kepemimpinan.</p>
<p>Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27).</p>
<p>Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain :</p>
<p>Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan<br />
Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa.</p>
<p>Sebab-sebab munculnya pemimpin<br />
Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain:</p>
<p>a.Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin.<br />
Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri<br />
b.Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan</p>
<p>Syarat-syarat kepemimpinan<br />
Konsepsi mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan.</p>
<p>Tipe dan gaya kepemimpinan<br />
Pemimpin mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan kepribadian sendiri yang khas, sehingga tingkah laku dan gayanya berbeda dari orang lain.</p>
<p>Teori-teori dalam kepemimpinan pada umumnya menunjukkan perbedaan karena setiap teoritikus mempunyai segi penekanannya sendiri yang dipandang dari satu aspek tertentu.</p>
<blockquote><p>Teori-teori dalam Kepemimpinan</p></blockquote>
<p>1. Teori Sifat</p>
<p>Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:</p>
<p>- pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;<br />
- sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;<br />
- kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.</p>
<p>Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.</p>
<p>2.    Teori Perilaku</p>
<p>Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:</p>
<p>a.  konsiderasi dan struktur inisiasi</p>
<p>Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.</p>
<p>b.  berorientasi kepada bawahan dan produksi</p>
<p>perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.</p>
<p>Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja.</p>
<p>Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)</p>
<p>3.    Teori Situasional</p>
<p>Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah</p>
<p>* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;<br />
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;<br />
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;<br />
* Norma yang dianut kelompok;<br />
* Rentang kendali;<br />
* Ancaman dari luar organisasi;<br />
* Tingkat stress;<br />
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.</p>
<p>Efektivitas kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan dan mampu memenuhi tuntutan situasi tersebut. Penyesuaian gaya kepemimpinan dimaksud adalah kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku tertentu karena tuntutan situasi tertentu.</p>
<p>Sehubungan dengan hal tersebut berkembanglah model-model kepemimpinan berikut:</p>
<p>a.    Model kontinuum Otokratik-Demokratik</p>
<p>Gaya dan perilaku kepemimpinan tertentu selain berhubungan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, juga berkaitan dengan fungsi kepemimpinan tertentu yang harus diselenggarakan. Contoh: dalam hal pengambilan keputusan, pemimpin bergaya otokratik akan mengambil keputusan sendiri, ciri kepemimpinan yang menonjol ketegasan disertai perilaku yang berorientasi pada penyelesaian tugas.Sedangkan pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. Ciri kepemimpinan yang menonjol di sini adalah menjadi pendengar yang baik disertai perilaku memberikan perhatian pada kepentingan dan kebutuhan bawahan.</p>
<p>b.  Model ” Interaksi Atasan-Bawahan” :</p>
<p>Menurut model ini, efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada interaksi yang terjadi antara pemimpin dan bawahannya dan sejauhmana interaksi tersebut mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan.</p>
<p>Seorang  akan menjadi pemimpin yang efektif, apabila:</p>
<p>* Hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik;<br />
* Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi;<br />
* Posisi kewenangan pemimpin tergolong kuat.</p>
<p>c.  Model Situasional</p>
<p>Model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan. Dimensi kepemimpinan yang digunakan dalam model ini adalah perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan atasan-bawahan. Berdasarkan dimensi tersebut, gaya kepemimpinan yang dapat digunakan adalah</p>
<p>* Memberitahukan;<br />
* Menjual;<br />
* Mengajak bawahan berperan serta;<br />
* Melakukan pendelegasian.</p>
<p>d.  Model ” Jalan- Tujuan ”</p>
<p>Seorang pemimpin yang efektif menurut model ini adalah pemimpin yang mampu menunjukkan jalan yang dapat ditempuh bawahan. Salah satu mekanisme untuk mewujudkan hal tersebut yaitu kejelasan tugas yang harus dilakukan bawahan dan perhatian pemimpin kepada kepentingan dan kebutuhan bawahannya. Perilaku pemimpin berkaitan dengan hal tersebut harus merupakan faktor motivasional bagi bawahannya.</p>
<p>e.  Model “Pimpinan-Peran serta Bawahan” :</p>
<p>Perhatian utama model ini adalah perilaku pemimpin dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan. Perilaku pemimpin perlu disesuaikan dengan struktur tugas yang harus diselesaikan oleh bawahannya.</p>
<p>Salah satu syarat penting untuk paradigma tersebut adalah adanya serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh bawahan dalam menentukan bentuk dan tingkat peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan. Bentuk dan tingkat peran serta bawahan tersebut “didiktekan” oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-9-kepemimpinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Pandangan Baru tentang Organisasi</title>
		<link>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-8-perkembangan-pandangan-baru-tentang-organisasi/</link>
		<comments>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-8-perkembangan-pandangan-baru-tentang-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 17:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bestcampgheand</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bestcampgheand.ngeblogs.com/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[PERKEMBANGAN ORGANISASI
Perkembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.
Pengertian Perkembangan Organisasi
Ada beberapa pengertian tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><span style="text-decoration: underline"><strong>PERKEMBANGAN ORGANISASI</strong></span></p>
<p>Perkembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.</p>
<p><strong>Pengertian Perkembangan Organisasi</strong></p>
<p>Ada beberapa pengertian tentang Perkembangan Organisasi, diantaranya :</p>
<p>a. Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan lingkungannya.</p>
<p>b. Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi.</p>
<p>c. PO merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi.</p>
<p>d. PO merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi</p>
<p>e. PO lebih menekankan pada system sebagai sasaran perubahan.</p>
<p>f. PO meliputi perubahan yang sengaja direncanakan</p>
<p>Dari beberapa pengertian diatas,dapat kita simpulkan bahwa Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar. Para manajer dan staf ahli harus bekerja dengan dan melalui orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dan PO dapat membantu mereka membentuk hubungan yang efektif di antara mereka. Di dalam menghadapi akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan untuk bisa mengatasi konsekuensi-konsekuensi dari perubahan tersebut.</p>
<p>Pengembangan organisasi mengukur prestasi suatu organisasi dari segi efisiensi, efektifitas dan kesehatan :</p>
<p>1. Efisien dapat diukur dengan perbandingan antara masukan dan keluaran, yang mengacu pada konsep Minimaks (Masukan minimum dan keluaran maksimum).</p>
<p>2. Efektifitas adalah suatu tingkat prestasi organisasi dalam mencapai tujuannya artinya kesejahteraan tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai</p>
<p>3. Kesehatan organisasi adalah suatu fungsi dari sifat dan mutu hubungan antara para individu dan organisasi yaitu hubungan yang dinamis dan adaptabilitas</p>
<p><strong>Sifat-sifat dasar Pengembangan Organisasi</strong></p>
<p>Sifat-sifat dasar dari Suatu Perkembangan Organisasi adalah Sebagai Berikut :</p>
<p>1. PO merupakan suatu strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, perubahan yang dimaksud harus mempunyai sasaran yang jelas dan didasarkan pada suatu diagnosis yang tepat mengenai permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.</p>
<p>2. PO harus berupa kolaborasi antara berbagai pihak yang akan mengalami dampak perubahan yang akan terjadi, keterlibatan dan partisipasi para anggota organisasi harus mendapat perhatian.</p>
<p>3. Program PO menekankan cara-cara baru yang diperlukan guna meningkatkan kinerja seluruh anggota organisasi</p>
<p>4. PO mengandung nilai-nilai humanistic dalam arti bahwa dalam meningkatkan efektifitas organisasi, potensi manusia harus menjadi bagian yang penting</p>
<p>5. PO menggunakan pendekatan kesisteman yang berarti selalu memperhitungkan pentingnya inter relasi, interaksi dan inter dependensi</p>
<p>6. PO menggunakan pendekatan ilmiah untuk mencapai efektivitas organisasi</p>
<p><strong>Nilai-nilai dalam Pengembangan Organisasi</strong></p>
<p>Nilai-nilai yang terkandung dari Perkembangan Organisasi Ini adalah :</p>
<p>1. Penghargaan akan orang lain</p>
<p>2. Percaya dan mendukung orang lain, sedangkan individu sendiri harus mempunyai tanggung jawab.</p>
<p>3. Pengamanan kekuasaan (mengurangi tekanan pada wewenang).</p>
<p>4. Konfrontasi (masalah yang tidak disembunyikan).</p>
<p>5. Partisipasi (melibatkan orang-orang yang mempunyai potensi dalam proses pengembangan organisasi).</p>
<p><strong>Akibat Serta Pengaruh Perkembangan Organisasi</strong></p>
<p>Akibat serta Pengaruh didalam PO terjadi pada nilai, proses dan teknologi.<br />
<em>a. Geseran / perubahan nilai yang dibawa PO diantaranya adalah:</em></p>
<ul>
<li>Penggunaan seluruh      sumber-sumber yang tersedia.</li>
<li>Pengembangan potensi      manusia.</li>
<li>Efektivitas dan kesehatan      organisasi.</li>
<li>Pekerjaan yang menarik dan      menantang.</li>
<li>Kesempatan untuk      mempengaruhi lingkungan kerja.</li>
</ul>
<p>b. Perkembangan Organisasi Berpengaruh Kepada proses yang meliputi:</p>
<ul>
<li>Proses efektif</li>
<li>Proses manajemen</li>
<li>Proses pelaksanaan kerja</li>
<li>Perubahan teknologi, karena      yang diutamakan adalah teknologi yang bisa menjawab kualifikasi posisi      manusia.</li>
</ul>
<p><strong>Para Pelaku Pengembangan Organisasi</strong></p>
<p>Pengembangan organisasi (PO) diterapkan kepada tiga jenis manusia: spesialisasi individu di dalam PO sebagai profesi, orang-orang dari lapangan yang terkait, yang telah mencapai sejumlah kompetensi di dalam PO, dan para manajer yang memiliki keahlian PO yang diperlukan untuk perubahan dan mengembangkan organisasi atau departemen mereka.</p>
<p>Peranan profesional PO pun dapat diterapkan terhadap konsultan internal, yang memiliki organisasi yang sedang mengalami perubahan, dan terhadap konsultan eksternal yang menjadi anggota universitas dan perusahaan konsultan atau bekerja sendiri, serta terhadap anggota tim konsultan internal-eksternal. Peranan PO akan dideskripsikan secara tepat didalam istilah marjinalitas. Orang-orang yang berorientasi pada marjinalitas nampak khususnya beradaptasi untuk peran PO, karena mereka dapat menjaga kenetralan dan objektivitas serta mengembangkan solusi yang integratif yang mengakurkan titik pandang antara departemen-departemen oposisi. Sementara peranan PO di masa lalu telah dideskripsikan sebagai ujung klien dari suatu kontinum mulai dari fungsi clien-centered kepada consultant-centered. Pengembangan intervensi baru dan beraneka ragam telah menggeser peranan profesional PO meliputi keseluruhan rentang dari kontinum tersebut.</p>
<p>Walaupun masih menjadi suatu kemunculan profesi, sebagian besar profesional PO memiliki pelatihan khusus didalam PO, terbentang dari kursus-kursus jangka pendek dan workshop-workshop, serta pendidikan master dan doktor. Tidak ada jalur karir tunggal, namun demikian konsultan internal sering digunakan sebagai batu loncatan untuk menjadi konsultan eksternal.</p>
<p>Nilai telah memainkan peran kunci di dalam PO, dan nilai-nilai tradisional mendukung kepercayaan, kerja sama, dan kejujuran yang pada akhir-akhir ini telah dilengkapi dengan nilai-nilai keefektifan dan produktivitas organisasional. Spesialis PO akan menghadapi dilema nilai dalam rangka mencoba untuk bekerja sama mengoptimalkan keuntungan sumber daya manusia dan kinerja organisasi. Mereka juga akan menjumpai konflik nilai ketika berhadapan dengan pemangku Kepentingan eksternal yang penuh kekuatan, seperti pemerintah, pemegang saham, dan pelanggan. Berhadapan dengan kelompok dari luar tersebut akan memerlukan keahlian politik, begitu juga keahlian sosial tradisional yang lebih baik.</p>
<p>Issue-issue yang berkaitan dengan etika di dalam PO melibatkan bagaimana para praktisi melaksanakan peran bantuan mereka dengan klien. PO senantiasa menunjukkan perhatiannya terhadap pelaksanaan yang berkaitan dengan etika para praktisi, dan pada akhir-akhir ini sebuah kode yang berkaitan dengan etika untuk praktek PO telah dikembangkan oleh berbagai macam asosiasi profesional di dalam PO. Issu-issu yang berkaitan dengan etika di dalam PO cenderung untuk muncul di sekitar issue-issue berikut ini: pemilihan intervensi, menggunakan informasi, menahan servis, ketergantungan klien, pemilihan partisipasi, dan memanipulasi klien.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-8-perkembangan-pandangan-baru-tentang-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KOMUNIKASI dalam ORGANISASI</title>
		<link>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-7-komunikasi-dalam-organisasi/</link>
		<comments>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-7-komunikasi-dalam-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 17:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bestcampgheand</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bestcampgheand.ngeblogs.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[KOMUNIKASI dalam ORGANISASI







Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><span style="text-decoration: underline"><strong>KOMUNIKASI dalam ORGANISASI</strong></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td align="left" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="left">Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada <em>two-way-communications </em> atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.</p>
<p align="left">Hubungan yang dilakukan oleh unsur pimpinan antara lain kelangsungan hidup berorganisasi untuk mencapai perkembangan ke arah yang lebih baik dengan menciptakan hubungan kerja sama dengan bawahannya. Hubungan yang dilakukan oleh bawahan sudah tentu mengandung maksud untuk mendapatkan simpati dari pimpinan yang merupakan motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja ke arah yang lebih baik. Hal ini tergantung dari kebutuhan dan cara masing-masing individu, karena satu sama lain erat hubungannya dengan keahlian dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan.</p>
<p align="left">Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.</p>
<p align="left">Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:</p>
<p align="left">1. Komunikasi antar pribadi</p>
<p align="left">Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.</p>
<p align="left">2. Komunikasi kelompok</p>
<p align="left">Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.</p>
<p align="left">3. Komunikasi massa</p>
<p align="left">Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.</p>
<p align="left">Dalam kehidupan organisasi terdiri dari berbagai unsur, yang mempunyai maksud dan tujuan agar organisasi yang dimilikinya tetap dipertahankan dan diarahkan demi untuk perkembangan yang lebih dinamis.</p>
<p align="left">Pada dasarnya komunikasi di dalam organisasi, terbagi kepada tiga bentuk:</p>
<p align="left">1. Komunikasi vertikal</p>
<p align="left">Bentuk komunikasi ini merupakan bentuk komunikasi yang terjadi dari atas ke bawah dan sebaliknya. Artinya komunikasi yang disampaikan pimpinan kepada bawahan, dan dari bawahan kepada pimpinan secara timbal balik.</p>
<p align="left">Fungsi komunikasi ke bawah digunakan pimpinan untuk:</p>
<p align="left">a. Melaksanakan kebijaksanaan, prosedur kerja, peraturan, instruksi, mengenai pelaksanaan kerja bawahan.</p>
<p align="left">b. Menyampaikan pengarahan doktrinasi, evaluasi, teguran.</p>
<p align="left">c. Memberikan informasi mengenai tujuan organisasi, kebijaksanaan-kebijaksaan organisasi, insentif.</p>
<p align="left">Seorang pimpinan harus lebih memperhatikan komunikasi dengan bawahannya, dan memahami cara-cara mengambil kebijaksanaan, terhadap bawahannya.</p>
<p align="left">Keberhasilan organisasi dilandasi oleh perencanaan yang tepat, dan seorang pimpinan organisasi yang memiliki jiwa kepemimpinan. Kedua hal terseut merupakan modal utama untuk kemajuan organisasi yang dipimpinnya.</p>
<p align="left">Fungsi komunikasi ke atas digunakan untuk:</p>
<p align="left">a. Memberikan pengertian mengenai laporan prestasi kerja, saran, usulan, opini, permohonan bantuan, dan keluhan.</p>
<p align="left">b. Memperoleh informasi dari bawahan mengenai kegiatan dan pelaksanaan pekerjaan bawahan dari tingkat yang lebih rendah.</p>
<p align="left">Bawahan tentulah berharap agar ide, saran, pendapat, tanggapan maupun kritikannya dapat diterima dengan lapang dada, dan hati terbuka oleh pimpinan.</p>
<p align="left">2. Komunikasi horizontal</p>
<p align="left">Bentuk komunikasi secara mendatar, diantara sesama karyawan dsbnya. Komunikasi horizontal sering kali berlangsung tidak formal.</p>
<p align="left">Fungsi komunikasi horizontal/ke samping digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level yang sama. Komunikasi ini berlangsung dengan cara tatap muka, melalui media elektronik seperti telepon, atau melalui pesan tertulis.</p>
<p align="left">3. Komunikasi diagonal</p>
<p align="left">Bentuk komunikasi ini sering disebut juga komunikasi silang. Berlangsung dari seseorang kepada orang lain dalam posisi yang berbeda. Dalam arti pihak yang satu tidak berada pada jalur struktur yang lain.</p>
<p align="left">Fungsi komunikasi diagonal digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain.</p>
<p align="left">Jadi pada garis besarnya setiap organisasi kepemimpinan di dalam melaksanakan dan kewajiban diperlukan pengertian yang sama diantara dua pihak yaitu atasan dan bawahan. Karena hal tersebut akan lebih memberi dorongan semangat dan gairah kerja untuk dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, artinya mengembangkan suatu kerja sama demi mewujudkan hasil kerja untuk mencapai tujuan organisasi.</p>
<p align="left">Melalui jalur hierarkhi/tingkatan seorang pimpinan harus lebih memperhatikan komunikasi dengan bawahannya secara baik, sehingga dapat membangkitkan minat dan gairah kerja disertai komunikasi yang baik untuk mencapai tujuan yang diharapkan.</p>
<p align="left">Dalam penerapannya komunikasi dapat dilakukan secara formal dan informal. Umumnya komunikasi formal ada dalam setiap organisasi dan dapat terjadi antar personal dalam organisasi melalui jalur hirarkhi dengan prinsip pembagian tugas untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Komunikasi formal merupakan suatu sistem dimana para anggotanya bekerjasama secara tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Komunikasi formal pada dasarnya berhubungan dengan masalah kedinasan. Komunikasi informal adalah kebalikan dari komunikasi formal biasanya terjadi dengan spontan sebagai akibat dari adanya persamaan perasaan, kebutuhan, persamaan tugas dan tanggung jawab. Komunikasi informal pada pelaksanaannya tidak terikat oleh waktu, ruang dan tempat, kadang-kadang komunikasi informal lebih berhasil, dan peranannya tidak kalah penting, karena dapat disampaikan setiap saat, asalkan bermanfaat untuk kemajuan organisasi. Namun penyampaiannya kurang sistematis, karena pertumbuhan dan penyebarannya tidak teratur.</p>
<p align="left">Kadang-kadang seorang pimpinan selalu beranggapan bahwa keberadaan organisasi informal merupakan suatu hal yang janggal, yang merupakan akibat gagalnya komunikasi formal yang memunculkan ketidakstabilan organisasi formal. Bentuk komunikasi informal dapat berupa pertemuan yang tidak direncanakan, seperti: bertemu dan ngobrol di kantin pada jam makan siang, di resepsi, atau pertemuan lainnya. Komunikasi informal ini mempunyai hal-hal yang positif, seperti:</p>
<p align="left">a. Bila jalan yang ditempuh melalui komunikasi formal melewati hambatan, dengan terpaksa digunakan komunikasi informal.</p>
<p align="left">b. Dalam suasana konflik dan penuh ketegangan.</p>
<p align="left">c. Sebagai sarana komunikasi.</p>
<p align="left">Dari kedua bentuk komunikasi tersebut di atas, setiap pimpinan harus dapat menempatkan diri agar tidak timbul perasaan suka atau tidak tidak suka. Pimpinan harus mencari dan melaksanakan nilai-nilai positif dari hubungan-hubungan tersebut. Ukuran sukses tidaknya seorang pimpinan terletak pada bagaimana pimpinan memadukan nilai positif yang dihasilkan dari komunikasi formal dan informal.</p>
<p align="left">Setiap bawahan dari suatu organisasi tentunya mempunyai motivasi. Adanya kebutuhan, keinginan, ketegangan, ketidaksenangan dan harapan termasuk ke dalam motivasi.</p>
<p>Pimpinan juga harus dapat memotivasi bawahannya, misalnya memberikan apresiasi, perlakuan yang adil, dan suasana kerja.</p>
<p>REFERENSI : MEDIAKITA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-7-komunikasi-dalam-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Organisasi</title>
		<link>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-6-proses-oraganisasi/</link>
		<comments>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-6-proses-oraganisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 17:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bestcampgheand</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bestcampgheand.ngeblogs.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Proses Organisasi

Mengapa manusia cenderung untuk mengatur dan mengorganisasi
kegiatan – kegiatannya?
: Karena manusia memiliki keterbatasan kemampuan yang menyebabkan

manusia tidak dapat mencapai suatu tujuan tanpa kerjasama.
Sebutkan dan terangkan beberapa alasan untuk mempelajari
organisasi secara formal!
: Untuk pencapaian tujuan tertentu dan cenderung muncul dalam
situasi dimana orang – orang menyadari manfaat organisasi sebagai
suatu jalan terbaik pelaksanaan kegiatan kolektif.
Teori organisasi klasik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><span style="text-decoration: underline"><strong>Proses Organisasi</strong></span></p>
<p style="text-align: justify">
<p>Mengapa manusia cenderung untuk mengatur dan mengorganisasi</p>
<p>kegiatan – kegiatannya?</p>
<p>: Karena manusia memiliki keterbatasan kemampuan yang menyebabkan<br />
<a name="more"></a></p>
<p>manusia tidak dapat mencapai suatu tujuan tanpa kerjasama.</p>
<p>Sebutkan dan terangkan beberapa alasan untuk mempelajari</p>
<p>organisasi secara formal!</p>
<p>: Untuk pencapaian tujuan tertentu dan cenderung muncul dalam</p>
<p>situasi dimana orang – orang menyadari manfaat organisasi sebagai</p>
<p>suatu jalan terbaik pelaksanaan kegiatan kolektif.</p>
<p>Teori organisasi klasik telah menimbulkan dampak bagi organisasi –</p>
<p>organisasi sampai sekarang, coba sebutkan beberapa contohnya!</p>
<p>: &#8211; Organisasi menjadi sangat tersentralisasi</p>
<p>- Tugas – tugasnya terspesialisasi</p>
<p>- Memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku</p>
<p>- Tidak mengandung kreatifitas</p>
<p>Henri Fayol seorang industrialis merupakan salah satu tokoh teori</p>
<p>administrasi, dalam bukunya menyatakan bahwa semua kegiatan</p>
<p>industry dapat dikelompokan menjadi berapa, sebutkan!</p>
<p>: &#8211; Perencanaan</p>
<p>- Pengorganisasian</p>
<p>- Pemberian perintah</p>
<p>- Pengkoordinasian</p>
<p>- Pengawasan</p>
<p>Dalam buku – buku literature, manajemen ilmiah sering diartikan</p>
<p>berbeda, terangkan perbedaan tersebut!</p>
<p>: &#8211; Pendapat I</p>
<p>: Manajemen Ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi,</p>
<p>analisa dan pemecahan masalah – masalah organisasi.</p>
<p>- Pendapat II</p>
<p>: Manajemen Ilmiah adalah seperangkat mekanisme / teknik “a bag of</p>
<p>tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.</p>
<p>Mengapa banyak bidang – bidang teknik industry, manajemen industry</p>
<p>dan manajemen personalia diilhami oleh karya – karya Taylor?</p>
<p>: Karena karya – karya Taylor banyak mengemukakan 4 kaidah dasar</p>
<p>manajemen yang harus dilaksanakan dalam organisasi perusahaan,</p>
<p>yaitu :</p>
<p>- Menggantikan metoda – metoda kerja dalam praktek dengan berbagai</p>
<p>metode yang dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja</p>
<p>yang ilmiah &amp; benar.</p>
<p>- Mengadakan seleksi, latihan – latihan dan pengembangan para</p>
<p>karyawan secara ilmiah.</p>
<p>- Pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi, latihan dan</p>
<p>pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan.</p>
<p>- Untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah, perlu dikembangkan</p>
<p>semangat dan mental para karyawan.</p>
<p>Menurut teori organisasi klasik adanya suatu organisasi bergantung</p>
<p>pada 4 kondisi, sebutkan dan terangkan!</p>
<p>: &#8211; Kekuasaan</p>
<p>- Saling melayani</p>
<p>- Doktrin ( rumusan tujuan organisasi )</p>
<p>- Disiplin ( perilaku yang ditentukan oleh perintah )</p>
<p>Mengapa teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori</p>
<p>hubungan manusiawi ( the human relation movement )?</p>
<p>: Karena teori ini dikembangkan atas dasar, menekankan pentingnya</p>
<p>aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun</p>
<p>sebagai bagian kelompok kerjanya.</p>
<p>Apakah teori neoklasik merupakan teori baru seperti teori klasik?</p>
<p>: Ya. Karena teori neoklasik dikembangkan dari teori klasik.</p>
<p>Bagaimanakah pandangan teori neoklasik terhadap organisasi</p>
<p>informal?</p>
<p>: Organisasi merupakan sekelompok orang dengan tujuan bersama.</p>
<p>Dalam teori organisasi modern dikemukakan bahwa organisasi</p>
<p>merupakan system terbuka, apa maksudnya?</p>
<p>: Semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling</p>
<p>ketergantungan yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi</p>
<p>berkaitan dengan lingkungan yang stabil.</p>
<p>Menurut teori modern organisasi sebagai suatu system terdiri atas</p>
<p>beberapa unsure, sebutkan!</p>
<p>: &#8211; Manusia</p>
<p>- Kerja sama</p>
<p>- Tujuan</p>
<p>- Peralatan</p>
<p>- Kekayaan alam</p>
<p>- Kerangka / konstruksi metal organisasi</p>
<p>Kualitas – kualitas apakah yang merupakan kerangka filosofi untuk</p>
<p>mempelajari organisasi sebagai suatu system?</p>
<p>:</p>
<p>Apa yang dimaksud dengan proses komunikasi, keseimbangan, dan</p>
<p>proses pengambilan keputusan dalam teori organisasi modern?</p>
<p>: Komunikasi, konsep keseimbangan, dan proses pengambilan</p>
<p>keputusan merupakan 3 kegiatan proses hubungan universal yang</p>
<p>selalu muncul pada system manusia dalam perilakunya berorganisasi.</p>
<p>Apa alasannya organisasi formal diibaratkan sebagai sebuah</p>
<p>kendaraan untuk menacapai tujuan secara bersama?</p>
<p>: Karena dalam system organisasi formal, antara struktur dengan</p>
<p>proses organisasi merupakan satu kesatuan dan berkaitan erat.</p>
<p>Struktur organisasi walaupun hanya menyajikan kerangka bangunan</p>
<p>organisasi, tetapi merupakan suatu subsistem penting.</p>
<p>Mengapa tidak ada suatu cara desain yang “ampuh” untuk segala</p>
<p>kondisi?</p>
<p>: Karena perlu diperhatikan 3 tipe lingkungan berbeda yang</p>
<p>mempengaruhi desain organisasi, yaitu :</p>
<p>- Lingkungan stabil</p>
<p>: lingkungan dengan sedikit atau tanpa perubahan yang tidak</p>
<p>diperkirakan atau secara tiba – tiba.</p>
<p>- Lingkungan berubah ( changing environment )</p>
<p>: lingkungan dimana inovasi mungkin terjadi dalam setiap atau</p>
<p>seluruh bidang.</p>
<p>- Lingkungan bergejolak ( turbulent environment )</p>
<p>: lingkungan dimana sering terjadi perubahan secara drastis.</p>
<p>Apa peranan manajer proyek dalam organisasi proyek secara umum?</p>
<p>: &#8211; Organisasi proyek individual, hanya terdiri atas manajer</p>
<p>proyek dan tidak mempunyai kegiatan.</p>
<p>- Organisasi proyek staf, manajer proyek mempunyai staf pendukung.</p>
<p>- Organisasi proyek intermiks, manajer proyek mempunyai personalia</p>
<p>staf dan dipilh kepala – kepala fungsional utama..</p>
<p>- Organisasi proyek agrerat, manajer proyek mempunyai semua</p>
<p>personalia.</p>
<p>Bagaimanakah pendapat Scott dan Mitchell tentang pengertian kata</p>
<p>pengaruh, sebutkan contohnya!</p>
<p>: Merupakan suatu transaksi social dimana seorang atau kelompok</p>
<p>orang digerakkan oleh seorang atau kelompok orang yang lain untuk</p>
<p>melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan mereka yang</p>
<p>mempengaruhi.</p>
<p>Sebutkan dan terangkan 5 sumber atau basis yang diidentifikasikan</p>
<p>oleh French dan Roven!</p>
<p>: &#8211; Kekuasaan balas jasa ( reward power )</p>
<p>- Kekuasaan paksaan ( coercive power )</p>
<p>- Kekuasaan sah ( legitimate power )</p>
<p>- Kekuasaan ahli ( expert power )</p>
<p>- Kekuasaan panutan ( referent power )</p>
<p>Bagaimanakah tipe pendekatan teknik – teknik kreatif dalam</p>
<p>pengambilan keputusan?</p>
<p>: &#8211; Brainstorming</p>
<p>: untuk menggali dan mendapatkan kreativitas maksimal dari</p>
<p>kelompok dengan member kesempatan anggota untuk mengemukakan ide –</p>
<p>idenya.</p>
<p>- Synechcs</p>
<p>: didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat dijabarkan dan</p>
<p>diajarkan.</p>
<p>Bagaimanakah pula kritik terhadap teknik brainstorming, terangkan!</p>
<p>: &#8211; Hanya dapat diterapkan pada masalah – masalah keputusan</p>
<p>sederhana.</p>
<p>- Sangat memakan waktu dan biaya.</p>
<p>- Hanya menghasilkan ide – ide dangkal.</p>
<p>Apakah yang dimaksud dengan proses Minaut dalam pengambilan</p>
<p>keputusan?</p>
<p>Apa sebab timbulnya organisasi informal?</p>
<p>: Karena adanya kebutuhan – kebutuhan penting yang bersifat</p>
<p>manusiawi ( human needs ) yang harus dipenuhi dan ternyata tidak</p>
<p>dapat dipenuhi oleh organisasi formal. Berikut ini kebutuhan –</p>
<p>kebutuhan yang mendasari terbentuknya organisasi informal :</p>
<p>- Kebutuhan social</p>
<p>- Rasa memiliki dan pengenalan diri</p>
<p>- Pengetahuan tentang perilaku yang diterima</p>
<p>- Perhatian ( simpati )</p>
<p>- Bantuan dalam pencapaian tujuan</p>
<p>- Kesempatan berpengaruh dan berkreasi</p>
<p>- Pelestarian nilai – nilai budaya</p>
<p>- Komunikasi dan informasi</p>
<p>Apakah yang dimaksud dengan “jendela johari”, dikemabangkan oleh</p>
<p>siapa?</p>
<p>:</p>
<p>Bagaimanakah maksud dari model teori proses motivasi kerja?</p>
<p>: &#8211; Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong</p>
<p>keinginan individu untuk melakukan kegiatan – kegiatan tertentu</p>
<p>guna mencapai suatu tujuan.</p>
<p>- Motivasi merupakan masalah yang kompleks dalam organisasi karena</p>
<p>kebutuhan dan keinginan setiap anggota organisasi adalah berbeda –</p>
<p>beda dan berkembang atas dasar proses belajar yang berbeda pula.</p>
<p>- Motivasi dapat ditimbulkan baik oleh factor internal maupun</p>
<p>eksternal tergantung dari mana suatu kegiatan dimulai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-6-proses-oraganisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinamika Organisasi</title>
		<link>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-5-dinamika-organisasi/</link>
		<comments>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-5-dinamika-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 17:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bestcampgheand</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bestcampgheand.ngeblogs.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Dinamika Organisasi
Manusia melakukan kegiatan dan bereaksi terhadap kegiatan orang lain dalam organisasi baik pimpinan atau sesama anggota, menimbulkan bermacam-macam dinamika perilaku dalam berorganisasi. Dalam dinamika organisasi ini akan dibahas beberapa hal penting antara lain :
Dinamika Konflik
Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua atau lebih pihak. Timbulnya konflik atau pertentangan dalam organisasi, merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><a href="http://faizahzoetbis.blogspot.com/2010/01/dinamika-organisasi.html">Dinamika Organisasi</a></p>
<p>Manusia melakukan kegiatan dan bereaksi terhadap kegiatan orang lain dalam organisasi baik pimpinan atau sesama anggota, menimbulkan bermacam-macam dinamika perilaku dalam berorganisasi. Dalam dinamika organisasi ini akan dibahas beberapa hal penting antara lain :</p>
<p>Dinamika Konflik</p>
<p>Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua atau lebih pihak. Timbulnya konflik atau pertentangan dalam organisasi, merupakan suatu kelanjutan dari adanya komunikasi dan informasi yang tidak menemui sasarannya. Konflik dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang di bawa individu dalam suatu interaksi.</p>
<p>B. Jenis-Jenis Konflik</p>
<p>Adapun mengenai jenis-jenis konflik, dikelompokkan sebagai berikut :</p>
<p>Person rile conflict : konflik peranan yang terjadi didalam diri seseorang.</p>
<p>Inter rule conflict : konflik antar peranan, yaitu persoalan timbul karena satu orang menjabat satu atau lebih fungsi yang saling bertentangan.</p>
<p>Intersender conflict : konflik yang timbuk karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang.</p>
<p>Intrasender conflict : konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan.</p>
<p>Selain pembagian jenis konflik di atas masih ada pembagian jenis konflik yang dibedakan menurut pihak-pihak yang saling bertentangan, yaitu :</p>
<p>Konflik dalam diri individu</p>
<p>Konflik antar individu</p>
<p>Konflik antar individu dan kelompok</p>
<p>Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama</p>
<p>Konflik antar organisasi</p>
<p>Individu-individu dalam organisasi mempunyai banyak tekanan pengoperasian organisasional yang menyebabkan konflik. Secara lebih konseptual litteral mengemukakan empat penyebab konflik organisasional, yaitu :</p>
<p>Suatu situasi dimana tujuan-tujuan tidak sesuai</p>
<p>Keberadaan peralatan-peralatan yang tidak cocok atau alokasi-alokasi sumber daya yang tidak sesuai</p>
<p>Suatu masalah yang tidak tepatan status</p>
<p>Perbedaan presepsi</p>
<p>Didalam organisasi terdapat empat bidang structural, dan dibidang itulah konflik sering terjadi, yaitu :</p>
<p>Konflik hirarkis adalah konflik antar berbagai tingkatan organisasi</p>
<p>Konflik fungsionala adalah konflik antar berbagai departemen fungsional organisasi</p>
<p>Konflik lini-staf adalah konflik antara lini dan staf</p>
<p>Konflik formal informal adalah konflik antara organisasi formal dan organisasi informal.</p>
<p>Secara tradisional pendekatan terhadap konflik organisasional adalah sangat sederhana dan optimistik. Pendekatan tersebut didasarkan atas tiga anggapan, yaitu :</p>
<p>Konflik dapat di hindarkan</p>
<p>Konflik diakibatkan oleh para pembuat masalah, pengacau dan primadona</p>
<p>Bentuk-bentuk wewenang legalistic</p>
<p>Korban diterima sebagai hal yang tak dapat dielakkan</p>
<p>Apabila keadaan tidak saling mengerti serta situasi penilaian terhadap perbedaan antar anggota organisasi itu makin parah sehingga konsesus sulit dicapai, sehingga konflik tak terelakkan. Dalam hal ini pimpinan dapat melakukan berbagai tindakan tetapi harus melihat situasi dan kondisinya, yaitu :</p>
<p>Menggunakan kekuasaan</p>
<p>Konfrontasi</p>
<p>Kompromi</p>
<p>Menghaluskan situasi</p>
<p>Mengundurkan diri</p>
<p>Bila dilihat sekilas sepertinya konflik itu sangat sulit untuk dihindari dan diselesaikan, tetapi dalam hal ini jangan beranggapan bahwa dengan adanya konflik berarti organisasi tersebut telah gagal. Karena bagaimanapun sulitnya suatu konflik pasti dapat diselesaikan oleh para anggota dengan melihat persoalan serta mendudukannya pada proporsi yang wajar.</p>
<p>Sumber-Sumber Konflik</p>
<p>Kebutuhan untuk membagi (sumber daya-sumber daya) yang terbatas</p>
<p>Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan</p>
<p>Saling ketergantungan dalam kegiata-kegiatan kerja</p>
<p>Perbedaan nilai-nilai atau presepsi</p>
<p>Kemandirian organisasional</p>
<p>Gaya-gaya individual</p>
<p>Strategi Penyelesaian Konflik</p>
<p>Mengendalikan konflik berarti menjaga tingakat konflik yang kondusif bagi perkembangan organisasi sehingga dapat berfungsi untuk menjamin efektivitas dan dinamika organisasi yang optimal. Namun bila konflik telah terlalu besar dan disfungsional, maka konflik perlu diturunkan intensitasnya, antara lain dengan cara :</p>
<p>Mempertegas atau menciptakan tujuan bersama. Perlunya dikembangkan tujuan kolektif di antara dua atau lebih unit kerja yang dirasakan bersama dan tidak bisa dicapai suatu unit kerja saja.</p>
<p>Meminimalkan kondisi ketidak-tergantungan. Menghindari terjadinya eksklusivisme diatara unit-unit kerja melalui kerjasama yang sinergis serta membentuk koordinator dari dua atau lebih unit kerja.</p>
<p>Memperbesar sumber-sumber organisasi seperti : menambah fasilitas kerja, tenaga serta anggaran sehingga mencukupi kebutuhan semua unit kerja.</p>
<p>Membentuk forum bersama untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah bersama. Pihak-pihak yang berselisih membahas sebab-sebab konflik dan memecahkan permasalahannya atas dasar kepentingan yang sama.</p>
<p>Membentuk sistem banding, dimana konflik diselesaikan melalui saluran banding yang akan mendengarkan dan membuat keputusan.</p>
<p>Pelembagaan kewenangan formal, sehingga wewenang yang dimiliki oleh atasan atas pihak-pihak yang berkonflik dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan perselisihan.</p>
<p>Meningkatkan intensitas interaksi antar unit-unit kerja, dengan demikian diharapkan makin sering pihak-pihak berkomunikasi dan berinteraksi, makin besar pula kemungkinan untuk memahami kepentingan satu sama lain sehingga dapat mempermudah kerjasama.</p>
<p>Me-<em>redesign</em> kriteria evaluasi dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran prestasi yang dianggap adil dan <em>acceptable</em> dalam menilai kemampuan, promosi dan balas jasa.</p>
<p>Motivasi</p>
<p>Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi bukanlah sesuatu yang dapat diamati, tetapi merupakan hal yang dapat disimpulkan adanya karena sesuatu perilaku yang tampak.</p>
<p>Motivasi merupakan masalah yang kompleks dalam organisasi karena kebutuhan dan keinginan setiap anggota organisasi adalah berbeda-beda. Dan berkembang atas dasar proses belajar yang berbeda pula.</p>
<p>Motivasi dapat ditimbulkan baik oleh faktor internal maupun eksternal tergantung darimana suatu kegiatan dimulai.</p>
<p>Kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang akan menimbulkan motivasi internal. Begitu juga dalam suatu organisasi, setiap individu akan mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda dan unik. Penggolongan motivasi internal yang dapat diterima secara umum belum mendapat kesepakatan para ahli, namun demikian para psikolog menyetujui bahwa motivasi internal dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok, yaitu :</p>
<p>motivasi fisiologis, yang merupakan motivasi alamiah (biologis) seperti lapar, haus, seks.</p>
<p>motivasi psikhologis yang dapat dikelompokan dalam 3 kategori dasar, yaitu :</p>
<p>motivasi kasih sayang (affectional motivation) yaitu motivasi untuk menciptakan dan memelihara kehangatan keharmonisan, dll.</p>
<p>motivasi mempertahankan diri (ego-defensive motivation) yaitu motivasi untuk melindungi kepribadian dan mendapatkan kebanggaan diri.</p>
<p>motivasi memperkuat diri (ego-bolstering motivation) yaitu motivasi untuk mengembangkan kepribadian, berprestasi dll.</p>
<p>Teori motivasi eksternal menjelaskan kekuatan-kekeuatan yang ada di dalam individu yang di pengaruhi faktor-faktor intern. Untuk itu,teori motivasi eksternal tidak mengabaikan teori motivasi internal, tetapi justru mengembangkannnya. Teori motivasi eksternal ada yang positif dan ada pula yang negatif. Dalam hal ini ada beberapa teori yang menjelaskan teori motivasi eksternal, yaitu :</p>
<p>a. Teori X dan Teori Y Mc Gregor</p>
<p>Anggapan-anggapan yang mendasari teori X :</p>
<p>Rata-rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja dan akan menghindarinya bila dapat.</p>
<p>Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, dipelakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi.</p>
<p>Rata-rata para pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung-jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan drinya di atas segala-galanya.</p>
<p>Anggapan-anggapan yang mendasari teori Y :</p>
<p>Usaha phisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.</p>
<p>Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung-jawab.</p>
<p>Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan.</p>
<p>Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organiasasi.</p>
<p>Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian tujuan itu.</p>
<p>Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.</p>
<p>b. Teori Hirarki Kebutuhan Maslow</p>
<p>Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu :</p>
<p>Kebutuhan Fisiologis</p>
<p>Kebutuhan Keamanan</p>
<p>Kebutuhan Sosial</p>
<p>Kebutuhan Penghargaan</p>
<p>Kebutuhan Aktualisasi Diri</p>
<p>Teori Motivasi Berprestasi Mc Clelland</p>
<p>Menurut Mc Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi.</p>
<p>Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitu :</p>
<p>1. Kebutuhan Prestasi</p>
<p>2. Kebutuhan Afiliasi</p>
<p>3. Kebutuhan Kekuasaan</p>
<p>d. Teori Motivasi Dua faktor Herzberg</p>
<p>Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu :</p>
<p>pemuas kerja (job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan.</p>
<p>penyebab ketidakpuasan kerja (job dissafisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfiers disebar motivators. (dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis).</p>
<p>KESIMPULAN</p>
<p>Sumber-sumber konflik organisasional sebagian besar merupakan hasil dinamika interaksi individual dan kelompok serta proses–proses psikologis. Untuk menyelesaikan konflik yang terjadi pimpinan dapat melakukan tindakan alternatif, tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. Tindakan alternatif tersebut adalah menggunakan kekuasaan, konfrontasi, kompromi, menghaluskan situasi, dan mengundurkan diri.</p>
<p>Adanya konflik jangan dianggap sebagai suatu kemunduran tapi bisa dianggap sebagai dinamika organisasi dan juga agar organisasi tidak menjadi stagnan. Dan yang lebih penting lagi untuk belajar bersama dari adanya konflik tersebut, dengan konflik menjadikan anggota maju dalam berpikir, maju dalam wawasan, maju dalam wacana dan bisa menghargai beda pendapat. Dan yang terakhir agar organisasi bisa menjadi “hidup”.<br />
Pelaku konflik tidak dianggap sebagai musuh, pelaku konflik jangan dianggap sebagai perusak organisasi tapi bisa ditempatkan sebagai mitra berdialog, mitra berdiskusi akhirnya menjadi dinamikanya dalam organisasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-5-dinamika-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Organisasi</title>
		<link>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-4-organisasi/</link>
		<comments>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-4-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 17:21:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bestcampgheand</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bestcampgheand.ngeblogs.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[NAMA : ADE. KURNIASIH
KELAS : 1DB16
Bentuk Organisasi
Dalam organisasi formal dan informal untuk melakukan aktivitasnya ada hubungan antara orang-orang yang melakukan aktivitas tersebut. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan, maka akan semakin kompleks juga hubungan yang terjalin. Untuk mengatasi masalah itu, maka dibuatlah stuktur organisasi yang menggambarkan hubungan antar kelompok/bagian.
Bentuk Organisasi :

Organisasi Garis

Menurut Henry Fayol organisasi garis adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center">NAMA : ADE. KURNIASIH</p>
<p style="text-align: center">KELAS : 1DB16</p>
<h2 style="text-align: center"><a title="Permanent link toBentuk Organisasi" href="http://niaas8.wordpress.com/2009/12/30/bentuk-organisasi/">Bentuk Organisasi</a></h2>
<p>Dalam organisasi formal dan informal untuk melakukan aktivitasnya ada hubungan antara orang-orang yang melakukan aktivitas tersebut. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan, maka akan semakin kompleks juga hubungan yang terjalin. Untuk mengatasi masalah itu, maka dibuatlah stuktur organisasi yang menggambarkan hubungan antar kelompok/bagian.</p>
<p>Bentuk Organisasi :</p>
<ul>
<li>Organisasi Garis</li>
</ul>
<p>Menurut Henry Fayol organisasi garis adalah Bentuk organisasi yang paling sederhana dan paling tua, digunakan di kalangan militer dengan jumlah karyawan yang masih sedikit dan saling kenal, dan spesialisasi kerja yang belum begitu tinggi.</p>
<p>Adapun kelemahannya sebagai berikut :</p>
<p>a. Seluruh organisasi hanya tergantung pada satu orang saja, jika seseorang tersebut tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik maka seluruh organisasi akan terancam kegagalan.</p>
<p>b. Kepemimpinan yang bertindak secara diktator.</p>
<p>c. Kemajuan suatu organisasi bergantung pada pimpinan</p>
<ul>
<li>Organisasi Garis dan Staff</li>
</ul>
<p>Menurut Harrington Emerson oraganisasi garis dan staff Biasanya digunakan oleh organisasi besar dengan daerah kerja yang luas dengan bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit. Memiliki satu atau lebih tenaga staf tenaga ahli yang memberi saran atau nasihat.</p>
<p>Adapun kelemahannya sebagai berikut:</p>
<p>a. Kelompok pelaksana sering bingung untuk membedakan perintah atau bantuan nasehat.</p>
<p>b. Rasa sosialisasi yang kurang baik diantara karyawan.</p>
<p>c. Persaingan kurang sehat sering terjadi, karena setiap bagian hanya memikirrkan tugas pribadi.</p>
<ul>
<li>Organisasi Fungsional</li>
</ul>
<p>Menurut Taylor oragnisasi fungsional adalah Pimpinan-pimpinan yang ada tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan mempunyai wewenang memberik komando sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.</p>
<p>Adapun kelemahannya sebagai berikut:</p>
<p>a. Para tenaga pengajar/karyawan sering bingung karena mendapat perintah dari beberapa atasan, sehingga terkadang membuat karyawan/pengajar bosan.</p>
<p>b. Kurang adanya kerja sama karena para tenaga pengajar/karyawan lebih mementingkan tugas pribadi.</p>
<p>c. Para karyawan sulit mengadakan alih tugas (tour of duty = tour of area), akibat spesialisasi yang mendalam.</p>
<p>Dalam menggunakan bentuk organisasi mana yang sebaiknya digunakan dalam sebuah organisasi, lebih baik melihat kelebihan serta kelebihan organisasi tersebut, misalnya untuk dunia pendidikan, dengan melihat kelebihan dan kelemahanbentuk suatu organisasi sehingga dapat meminimalkan kelemahan yang ada dan dapat memajukan dunia pendidikan.</p>
<p>Struktur atau Skema Organisasi</p>
<p>• Struktur / bagan organisasi memperlihatkan satuan-satuan organisasi, hubungan-hubungan &amp; saluran wewenang &amp; tanggung jawab yang ada dalam organisasi.</p>
<p>Analisis memakai proposal yang telah kami buat :</p>
<p>Pengertian dari organisasi :<br />
Proposal kami sudah termasuk kedalam pengertian organisasi karena proposal kami adalah bagaimana menarik pemodal untuk berkerjasama dengan penggelola dalam hal ini pengelola warnet.dalam proposal ini dapat diketahui bahwa ada hubungan erat antara pemodal dan pengelola.</p>
<p>Hubungan manajemen dan organisasi :<br />
Seperti pengertiannya diatas bahwa proposal kami juga mencapai suatu tujuan tertentu yaitu ingin sama merauk atau mengambil keuntungan dari usaha yang akan di buka yaitu warung internet.yang dimana manajemennya pun harus bagus oleh pengelolanya.</p>
<p>Hubungan manajemen dan tata kerja :<br />
Manajemen :<br />
Dengan pengelolaan yang baik dari pengelola warnet itu sendiri akan menghasilkan keuntungan yang sangat bagus.apa lagi dengan fasilitas yang komplit dan tempat yang nyaman bagi penggunanya maka akan banyak pelanggan yang akan sering langggnan atau dating ke warnet kami.di proposal kami pun terdapat atau terinci dengan menggunakan computer tipe terbaru dan juga menggunakan jaringan atau koneksi yang cepat.<br />
Tata kerja :<br />
Didalam proposal kami di jelaskan bahwa prosentase bagi hasil adalah 80 % untuk pemodal dan 20 % untuk pengelola,dengan begitu pemodal akan mendapat keuntunga yang besar di bandingkan dengan pengelola.maka diperkirakan pemodal akan balik modal paling lama 13 bulan.untuk menggaji karyawan di tanggung oleh pengelola.dana yang kami butuhkan plus biaya operasional selama 1 bulan adalah Rp.201,530,000.Target kami juga ada yaitu siswa SMP/SMU,Mahasiswa,Karyawati,Penghuni kosan karena kami berencana membuat dilingkungan kosan dan kampus,selain itu masyarakat umum juga bisa.</p>
<p>Organisasi Niaga :<br />
Jelas usaha warnet yang akan kami buka termasuk kedalam organisasi niaga mengapa demikian?karena setiap bulannya akan mendapat keuntungan dari hasil usaha tersebut dan tentu saja dengan manajemen yang baik dan bagus oleh pengelolanya atau karyawan itu sendiri.</p>
<p>Macam-macam organisasi niaga :<br />
Temasuk kedalam join venture atau perseroaan Komanditer.karena terdapat join atau kerjasama antara penggelola dan pemodal dalam membuka usaha wanet.</p>
<p>Bentuk-bentuk dari organisasi :<br />
Dikarenakan proposal kami mengenai usaha jadi tidak ada yang namanya bentuk dari organisasi itu.demikian juga dengan struktur dan skema organisasi,tidak ada susunannya yang ada hanyalah pemodal dan pengelola namun usaha wanet kami juga mempunyai hanya beberapa karyawan saja tidak seperti perusahaan yang besar.</p>
<p>Reference :</p>
<p>1. www.ilmukomputer.com<br />
2. www.google.com<br />
3. Widyatmini &amp; Izzati A. Pengantar Organisasi dan Metode, Gunadarma, Jakarta, 1995<br />
4. www.wikipedia.com<br />
5. Download Materi dari staff site Ibu Ekaning.</p>
<p style="text-align: center"><span style="text-decoration: underline"><strong>Struktur atau Skema      Organisasi</strong></span></p>
<p style="text-align: center">
<p>Sebelum mendesain skema organisasi, perlu dijabarkan terlebih dahulu mengenai proses bisnis apa saja yang terlibat. Sehingga secara logika, maka dalam hasil proses bisnis tersebut didapat pula fungsional keorganisasian apa saja yang terlibat. Misalnya keuangan, SDM, pemasaran dan teknologi informasi. Sehingga tidak bisa langsung terbentuk skema organisasi. Berikut adalah contoh hasil perancangan organsasi.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-413" src="http://bestcampgheand.ngeblogs.com/files/2010/02/skema.jpg" alt="skema" width="509" height="318" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-4-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Perilaku Organisasi</title>
		<link>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-3-sistem-perilaku-organisasi/</link>
		<comments>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-3-sistem-perilaku-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 17:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bestcampgheand</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bestcampgheand.ngeblogs.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[NAMA : ADE KURNIASIH
KELAS : 1DB16
ORGANISASI SEBAGAI SEBUAH SISTEM
Definisi sederhana dari organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai
tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan
dan lain – lain. Tujuan disini dapat di definisikan sebagai output, dan untuk menjadi output
di perlukan input. Input dapat berupa raw material, sumber daya manusia, uang, informasi
dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center">NAMA : ADE KURNIASIH</p>
<p style="text-align: center">KELAS : 1DB16</p>
<p style="text-align: center"><span style="text-decoration: underline"><strong>ORGANISASI SEBAGAI SEBUAH SISTEM</strong></span></p>
<p>Definisi sederhana dari organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai<br />
tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan<br />
dan lain – lain. Tujuan disini dapat di definisikan sebagai output, dan untuk menjadi output<br />
di perlukan input. Input dapat berupa raw material, sumber daya manusia, uang, informasi<br />
dan lain – lain. Sistem sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri<br />
komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi,<br />
materi atau energi.<br />
Di dalam organisasi terjadi konversi dari input menjadi output dan di perlukan<br />
banyak proses yang saling berhubungan dari fungsi-fungsi struktural yang ada sebagai<br />
contoh RND, Produksi, Accounting, Marketing, IT dan lain -lain. Proses berjalan sampai<br />
menjadi output dan akan di dapat data yang di hasilkan selama berjalan. Diharapkan data<br />
dapat diolah menjadi informasi dan di kembalikan kembali ke setiap fungsi departemen<br />
dimana akan di gunakan untuk mengukur kinerja, kontrol dan untuk pendukung dari<br />
pengambilan keputusan. Ratusan atau ribuan proses ini saling berhubungan dan bekerja<br />
sama dapat kita namakan dengan istilah business process. Business process akan<br />
berkembang terus sejalan dengan berkembangnya organisasi.<br />
Organisasi bukan sekedar shared vision, strategy, structure, system, style, staff and<br />
skills. Organisasi bisa dilihat sebagai sistem sosial, ini cara paling pas melihat organisasi dari<br />
perspektif lebih lebar. Inilah cara menterjemahkan “patterns” dan “events”. Pada masa lalu,<br />
kita melihat organisasi hanya fokus pada bagian-bagian tertentu. Bila sebuah departemen<br />
bekerja bagus sendiri dan tak terkoneksi dengan departemen lainnya, akibatnya organisasi<br />
akan menderita.<br />
Saat ini, banyak manajer mengakui begitu banyaknya bagian dalam organisasi,<br />
khususnya keterkaitan antar bagian seperti koordinasi antara pusat dan daerah, mandor dan<br />
buruh dan lain-lain. Para manajer saat ini lebih peduli pada apa yang bekerja di dalam<br />
organisasi dan feedback. Jadi, bila ada persoalan dalam organisasi, manajer tidak serta<br />
merta fokus pada persoalan yang dilaporkan, melainkan melihat pola keterkaitan yang lebih<br />
besar. Manajer lebih fokus pada hasil yang ingin dicapai organisasi. Caranya, manajer lebih<br />
fokus pada struktur yang bisa menciptakan perilaku yang mempengaruhi tindakan –<br />
dibandingkan reaktif pada tindakan-tindakan yang selalu berulang sejak masa lalu.<br />
<span style="text-decoration: underline"> <span style="color: #000000">Teori Sistem dan Berfikir Sistem</span></span><br />
Salah satu terobosan penting dalam melihat dunia yang kompleks adalah<br />
teori sistem. Aplikasi teori ini dikenal sebagai analisis sistem. Salah satu alat bantu<br />
analisis sistem adalah berfikir sistem. Secara awam, berfikir sistem adalah sebuah<br />
cara membantu seseorang melihat dunia — termasuk organisasi — dari perspektif<br />
yang luas termasuk struktur, pola dan tindakan dibandingkan melihat tindakan<br />
secara khusus. Cara pandang yang luas membantu menemukenali isu-isu yang<br />
mendasar dan tahu cara paling jitu mengatasinya.<br />
*<span style="color: #ffff00">Karakter Sistem</span><br />
Perilaku keseluruhan sistem bergantung pada keseluruhan struktur bukan<br />
penjumlahan dari bagian-bagiannya. Struktur menentukan perilaku yang bermacammacam,<br />
dan pada gilirannya menentukan berbagai kegiatan. Kerapkali, kita hanya<br />
melihat dan menanggapi tindakan-tindakan. Inilah tindakan-tindakan yang<br />
reaksioner. Kita lupa pada skema-skema yang lebih besar.<br />
Seringkali di dalam organisasi, kita berfikir bisa memecah belah sistem dan<br />
hanya merespon bagian-bagian di dalam sistem atau memilah bagian-bagian dari<br />
sebuah topik. Teori sistem mengingatkan kita bila Anda mencincang sebuah gajah,<br />
maka Anda tak mendapatkan segerombolan gajah-gajah kecil.<br />
Sistem memiliki batas maksimum. Bila kita mencoba menciptakan sistem<br />
yang lebih besar, maka sistem itu akan memecah diri untuk mencapai kestabilan<br />
baru. Terlalu sering di dalam organisasi, kita selalu mencoba tumbuh dan membesar<br />
– sampai batas sistemnya. Pada titik ini, kita lagi-lagi hanya melihat tindakan, bukan<br />
perilaku, kebiasaan atau struktur yang mempengaruhinya. Jadi kita hanya berfikir<br />
jangka pendek dan selalu menciptakan problem baru.<br />
Ciri sistem yang lain yaitu sistem cenderung mencari keseimbangan di<br />
lingkungannya. Sistem yang tidak berinteraksi dengan lingkungannya, cenderung<br />
cepat mencapai batasnya seperti feedback dari client atau pelanggan.<br />
Relasi sirkular hidup antara keseluruhan sistem dan bagian-bagiannya. Coba<br />
perhatikan sebuah organisasi biasanya selalu mengalami problem yang sama dan<br />
terus berulang. Problem senantiasa melingkar di dalam organisasi. Dan pada<br />
gilirannya, anggota organisasi bisa menemu-kenali pola berulang tapi tidak bisa<br />
menemukan si siklusnya sendiri. Bila kita bisa menemukan siklus dan sirkularnya, kita<br />
bisa melakukan intervensi yang sistemik.</p>
<ul>
<li> ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL</li>
</ul>
<p>Seperti telah dibahas sebelumnya, bahwa pengertian organisasi adalah suatu<br />
kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa<br />
barang, jasa, uang, pengetahuan dan lain – lain. Sedangkan pengertian dari sosial adalah<br />
manusia yang berkaitan dengan masyarakat dan para anggotanya(dikutip dari<br />
W3dictionary). Dengan demikian system sosial merupakan orang-orang dalam masyarakat<br />
dianggap sebagai sistem yang disusun oleh karakteristik dari suatu pola hubungan dimana<br />
sistem tersebut bekerja untuk mewujudkan keinginannya. Beberapa hal yang<br />
menggambarkan organisasi sebagai system social antara lain dengan adanya organisasi<br />
social dan organisasi social.<br />
Perilaku organisasi adalah telaah dan penerapan pengetahuan tentang bagaimana<br />
orang bertindak di dalam organisasi. Dengan demikian dalam kaitannya dengan organisasi<br />
sebagai sistem sosial maka kajian perilaku organisasi mencakup berbagai aspek seperti :<br />
publik, bisnis, sosial dll. Sebagai contoh PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia)<br />
sebagai organisasi yang bergerak dibidang olahraga sepakbola tidak hanya terpaku pada<br />
satu aspek kajian yaitu sepakbola. Bidang – bidang lain juga harus dikaji untuk memajukan<br />
organisasi dan mencapai tujuannya memajukan sepakbola Indonesia. Aspek yang dikaji<br />
antara lain aspek bisnis, publik dll. Mungkin anda bertanya,”Apa kaitan sepakbola dengan<br />
bisnis?”. Pada Zaman sekarang ini olahraga khususnya sepakbola memiliki kaitan dengan<br />
aspek bisnis contohnya hak siar televise, iklan sponsor yang dapat menghasilkan income.<br />
Kemudian apa hubungannya dengan social? Dalam aspek bisnis, masyarakat merupakan<br />
pasar. Sedangkan dalam bidang olahraga masyarakat adalah factor pendukung dimana<br />
masyarakat itu sendiri adalah bagian dari social.<br />
Berdasarkan contoh di atas, kita tahu bahwa hampir semua pekerjaan dilakukan<br />
dalam lingkup sosial. Begitupula dengan organisasi, organisasi akan berjalan dengan baik<br />
jika diaturr dengan sistem yang baik sehingga cakupan sosial didalamnya dapat bekerja<br />
sesuai pakem yang telah diatur dalam suatu sistem. Cakupan social yang dimaksud adalah<br />
pekerjaan, komunikasi serta koordinasi yang dilakukan dalam organisasi tersebut untuk<br />
mencapai tujuan bersama.<br />
<span style="text-decoration: underline"> Faktor faktor Organisasi </span>antara lain(menurut John Willey)<br />
- Manusia<br />
- Teknologi yang digunakan<br />
- Tugas/ kerja<br />
- Budaya organisasi<br />
Manusia merupakan salah satu factor penting dalam organisasi. Manusia itu sendiri<br />
merupakan makhluk social. Dan dalam organisasi manusia bekerja tidak sendiri, maka<br />
manusia melakukan komunikasi serta koordinasi dalam bekerja. Dengan demikian aspek<br />
social tidak dapat dipisahkan dari organisasi. Dan dapat dikatakan juda bahwa Sistem social<br />
itu juga merupakan organisasi dan sebaliknya.</p>
<ul>
<li> RUANG LINGKUP ORGANISASI DAN METODE</li>
</ul>
<p>A. Sifat dan maksud organisasi dan metode<br />
Sebelum membahas apa saja yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi<br />
metode, kita akan membahas apa yang menjadi sifat dan maksud organisasi metode.<br />
Karena ruang lingkup organisasi metode akan menyangkut efisiensi prosedur tata<br />
cara kerja yang dipakai dalam melaksanakan fungsi fungsi menejemen. Sedangkan<br />
pengertian organisasi dan metode, antara manajemen , organisasi, dan tata cara<br />
kerja merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, artinya kalau tata cara<br />
kerjanya sudah efisien maka diharpkan kegiatan pelaksanaan fungsi fungsi<br />
manajemen dalam organisasi akan berjalan lancar. Jadi dalam hal ini sifat dan<br />
maksud organisasi metode adalah pelayanan terhadap manajer dan administrasi<br />
yang berusaha memajukan tata cara kerja yang dipegunakan untuk pencapaian<br />
efisiensi yang maksimal pada organisasi tersebut.</p>
<p>B. Pengertian efisien<br />
Efisien adalah perbandingan terbalik atau rasionalitas antara hasil yang<br />
diperoleh ata output dengan kegiatan yang dilakukan serta sumber daya dan waktu<br />
yang akan digunakan.<br />
Jika dirumuskan :<br />
<strong> Efisien = output<br />
input</strong><br />
Efisien harus diperhatikan benar benar karena merupakan syarat dan tujuan<br />
pada pelaksanaan kerja, sehingga organisasi dan metode sebagai bantuan secara<br />
teknis dan praktis dalam melaksanakan fungsi manajemen bisa memanfaatkan<br />
sumber sumber yang tersedia secara maksimal.<br />
<span style="text-decoration: underline"> Syarat pencapaian efisien dalam organisasi dan metode </span>adalah :<br />
1. Pencapaian target haruslah berhasil guna, maksudnya target sesuai dengan<br />
waktu yang telah di tetapkan, tetapi mutu dari hasil kerja tersebut juga harus<br />
diperhatikan.<br />
2. Ekonomis artinya dalam pencapaian effective (berhasil guna) penggunaan<br />
sumber daya (biaya, tenaga, material, peralatan, dan waktu) digunakan setepat<br />
tepatnya.<br />
3. Pelaksanaan kerja bisa dipertanggung jawabkan<br />
4. Harus benar benar mencerminkan pembagian kerja yang nyata karena adanya<br />
keterbatasan kemampuan perseorangan<br />
5. Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab, artinya antara wewenang dan<br />
tanggung jawab yang dibebankan harus seimbang.<br />
6. Prosedur kerja yang praktis, dapat dikerjakan dan dapat dilaksanakan. Hal ini<br />
untuk mencerminkan bahwa organisasi dan metode adalah kegiatan yang praktis<br />
maka targetnya adalah efektif dan ekonomis, pelaksanaan kerja dapat<br />
dipertanggung jawabkan, serta pelayanan yang memuaskan.<br />
<span style="text-decoration: underline"> Cara peningkatan efisiensi kerja </span>:<br />
1. Pelaksanaan fungsi manajemen secara tepat<br />
2. Pemanfaatan sumber daya ekonomi yang tepat<br />
3. Pelaksanaan fungsi fungsi organisasi sebagai alat pencapai tujuan yang setepat<br />
tepatnya.<br />
4. Pengarahan dan dinamika organisasi dilakukan untuk pengembangan dan<br />
kemajuan yang berkesinambungan.</p>
<p>C. Ruang lingkup organisasi dan metode<br />
Dengan melihat maksud dan sifat organisasi dan metode merupakan<br />
pelayanan bagi manajer dan addministrasi dalam melaksanakan fungsi manajemen<br />
maka organisasi dan metode merupakan bantuan teknis dan praktis dalam<br />
pelaksanaan teori teori organisasi dan manajemen dengan setepat tepatnya.<br />
Maka dari sifat dan maksud organisasi dan metode dapat dipahami ruang<br />
lingkupnya adalah hal hal yang menyangkut bidang bidang khusus dari organisasi<br />
dan manajemen yang detail dan luas scope nya.<br />
<span style="text-decoration: underline"> Kegiatan kegiatan yang termasuk kedalam scope organisasi dan metode </span>adalah :<br />
1. Analisis organisasi (organization analysis)<br />
2. Komunikasi dalam organisasi (communication in the organization)<br />
3. Tata cara kerja, prosedur kerja dan sistem kerja (work methods, procedure and<br />
systems)<br />
4. Pentingnya filing dari segi organisasi dan metode<br />
5. Pentingnya jangka waktu penyimpanan data dan dokumen (record retention and<br />
schedule)<br />
6. Pentingnya formulir dari segi organisasi dan metode<br />
7. Pendayagunaan mesin kantor (office machine)<br />
8. Pendayagunaan perabotan dan peralatan kantor (office equipment)<br />
9. Pentingnya tata ruang kantor dan perencanaan penyusunan ruang kerja (ofiice<br />
layout and space planning)<br />
10. Pentingnya penulisan laporan dalam organisasi dan metode<br />
11. Pentingnya buku pedoman kerja<br />
12. Pentingnya organisasi dan metode anggaran belanja<br />
13. Analisis kepegawaian<br />
14. Pentingnya penyederhanaan kerja<br />
15. Organisasi unit dalam organisasi dan metode<br />
16. Kesimpulan akhir (final conclusion)<br />
Sesuai dengan perinsip perinsip dalam organisasi dan metode maka<br />
pembahasan dalam bidang bidang tersebut akan dititik beratkan pada pembahasan<br />
tentang sistem, prosedur dan tata cara kerjanya dalam kaitannya dengan asas<br />
efisiensi. Oleh karena itu adanya sistem, prosedur dan tata cara kerja yang tepat<br />
akan memungkinkan pelaksanaan fungsi fungsi manajemen yang dilakukan top<br />
manajer juga tepat dan efisien dalam pemakaian sumber sumber daya (alam,<br />
manusia) maupun penggunaan waktu yang tersedia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bestcampgheand.ngeblogs.com/2010/02/25/tugas-3-sistem-perilaku-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
